Senin, 25 September 2017

KEBIADABAN KOMUNIS / PKI di Indonesia

KEBIADABAN KOMUNIS / PKI
Terjadi di beberapa daerah diantaranya:
- Tegal dan sekitarnya
Kekejian pertama PKI yaitu pada penghujung tahun 1945, tepatnya oktober. Di kota ini, ada seorang pemuda PKI di slawi, tegal, jawa tengah, berjuluk Kutil (nama asli Sakyani), telah menyembelih seluruh pejabat pemerintah disana. Kutil juga melakukan penyembelihan besar-besaran di brebes dan pekalongan. Si Kutil mengarak Kardinah (adik kandung RA Kartini) keliling kota dengan sangat memalukan, syukurlah ada yg sempat menyelamatkan Kardinah, tepat beberapa saat sebelum Kutil memutuskan mengeksekusi Kardinah.

- Kota Lebak, Banten
Kekejian datang dari Ce'Mamat, pimpinan gerombolan PKI dari Lebak (Banten) yg merencanakan menyusun pemerintahan model Uni Soviet. Gerombolan Ce'Mamat berhasil menculik dan menyembelih bupati Lebak R.Hardiwinangun di jembatan sungai Cimancak pada tanggal 9 desember 1945.

- Jakarta, Jalan Oto Iskandar Dinata di selatan kampung melayu.
Ingatlah kisah pembunuhan tokoh nasional Oto Iskandar Dinata yg dihabisi secara keji oleh laskar hitam ubel-ubel dari PKI, pada desember 1945.

- Sumatera Utara
ternyata banyak menyimpan kisah miris. Sebab PKI juga menumpas habis seluruh keluarga (termasuk anak kecil) Istana Sultan Langkat Darul Aman di tanjung pura, pada maret 1946, serta merampas harta benda milik kerajaan. Dalam peristiwa ini, putra mahkota kerajaan Langkat, Amir Hamzah (banyak dikenal sebagai penyair), ikut tertumpas. Tak ada lagi penerus kerajaan Langkat.

- Dibelahan lain Sumatra, pematang siantar
PKI menunjukkan kebrutalannya. Pada 14 mei 1965, PKI melakukan aksi sepihak menguasai tanah-tanah negara. Pemuda Rakyat, Barisan Tani Indonesia (BTI), dan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) melakukan penanaman secara liar di areal lahan milik Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Karet IX bandar betsi. Pembantu letnan dua yg sedang ditugaskan di perkebunan kebetulan menyaksikan aksi perilaku anggota PKI tersebut. Sudjono pun memberi peringatan agar aksi dihentikan. Anggota PKI bukannya pergi, justru berbalik menyerang dan menyiksa Sudjono. Akibatnya, Sudjono tewas dengan kondisi yg amat menyedihkan.

- Berbagai kota di jawa timur
Kekejian di jawa timur, yaitu saat Gubernur Jawa Timur RM Soerjo, pulang dari lawatan menghadap Soekarno. Di tengah jalan, mobil Gubernur Soerjo bersama dua pengawalnya dicegat pemuda rakyat PKI, lalu diseret menggunakan tali sejauh 10 kilometer hinga meregang nyawa, lalu mayatnya dicampakkan di tepi kali.

- Madiun
PKI menusuk dubur banyak warga desa Pati dan Wirosari (Madiun) dengan bambu runcing. Lalu, mayat mereka ditancapkan di tengah-tengah sawah, hingga mereka kelihatan seperti pengusir burung pemakan padi. Salah C diantaranya wanita, ditusuk kemaluannya sampai tembus ke perut, juga ditancapkan ke tengah sawah.

- Magetan
Algojo PKI merentangkan tangga melintang di bibir sumur, kemudian bupati magetan dibaringkan diatasnya. Ketika telentang terikat itu, algojo mengggergaji badannya sampai putus dua, lalu langsung dijatuhkan ke dalam sumur.

- Kyai Sulaiman dari Magetan ditimbun di sumur Soco bersama 200 orang santri lainnya, sembari tetap berdzikir, pada september 1948.

- Kyai Imam Musyid Takeran yg hilang tak tentu rimbanya, genangan darah setinggi mata kaki di pabrik gula gorang gareng, ayah dari Sumarso Sumarsono yg disembelih dibelakang pabrik gula, baru ketemu rangka tubuhnya setelah 16 tahun. Bahkan para PKI mengadakan pesta daging bakar Ulama dan santri di lumbung padi.

- Kisah Isro yg sekarang menjadi guru di jawa timur Ketika dulu masih berumur 10 tahun pada tahun 1965, Isro hanya bisa memunguti potongan-potongan tubuh ayahnya yg sudah hangus dibakar PKI di pinggir sawah dan hanya bisa dimasukkan ke dalam kaleng.

- Blora
pasukan PKI menyerang markas Kepolisian Distrik Ngawen pada 18 september 1948. Setidaknya, 20 orang anggota polisi ditahan. Namun, ada 7 polisi yg masih muda dipisahkan dari rekan-rekannya. Setelah datang perintah dari Komandan pasukan PKI Blora, mereka dibantai pada tanggal 20 september 1948. Sementara, 7 orang polisi muda dieksekusi secara keji. Ditelanjangi, kemudian leher mereka dijepit dengan bambu. Dalam kondisi terluka parah 7 orang polisi dibuang ke dalam kakus/jamban (WC) dalam kondisi masih hidup, baru kemudian ditembak mati.

- Desa Kresek, Kecamatan wungu, Dungus
PKI membantai hampir semua tawanannya dengan cara keji. Para korban dtemukan dengan kepala terpenggal dan luka tembak. Di antara para korban, ada anggota TNI, polisi, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan Ulama.

- Wonogiri, Jawa Tengah
ternyata akrab dengan amis darah kekejian PKI yg menculik pejabat pemerintahan, TNI, Polisi, dan Wedana. Semua dijadikan santapan empuk PKI di sebuah ruangan bekas laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomoyo. Saat itu PKI menyekap 212 orang, kemudian dibantai satu per satu dengan keji pada 4 oktober 1948.

- Kecamatan Kras, Kediri
Training Pelajar Islam Indonesia tanggal 13 januari 1965, diserang oleh PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia). Massa komunis ini menyiksa dan melakukan pelecehan seksual terhadap para pelajar islam perempuan. Tidak hanya sampai disitu, massa PKI pun menginjak-injak al-Qur'an. Mereka pun memiliki pertunjukan Ludruk dari LEKRA dengan lakon "Matinya Gusti Allah", dan berbagai lakon lain yg biadap dan tak bisa dimaafkan.

- Lubang Buaya Jakarta
adalah bukti otentik aksi kejam PKI dengan gerakan 30 September 1965. Tidak tanggung-tanggung 6 orang jenderal (Letjen TNI A.Yani, Mayjen TNI Soeprapto, Mayjen TNI MT Hardjono, Mayjen TNI S.Parman, Brigjen TNI DI. Panjaitan, Brigjen TNI Soetodjo Siswomiharjo), ditambah Lettu Piere Andries Tendean, dimasukkan kedalam sumur. Para Gerwani dan Pemuda Rakyat bersorak dan bergembira ria melihat para jenderal dimasukkan ke dalam sumur lubang buaya di Jakarta Timur.

- Semua negara Komunis di dunia ini melakukan pembantaian dan penyembelihan kepada rakyatnya sendiri. 500.000 rakyat Rusia dibantai Lenin (1917-1923), 6.000.000 petani kulak Rusia dibantai Stalin (1929), 40.000.000 dibantai Stalin (1925-1953), 50.000.000 penduduk rakyat cina dibantai Mao Tse Tung (1947-1976), 2.500.000 rakyat Kamboja dibantai Pol Pot (1975-1979), 1.000.000 rakyat eropa timur diberbagai negara dibantai rezim Komunis setempat dibantu Rusia Soviet (1950-1980), 150.000 rakyat Amerika Latin dibantai rezim komunis disana, 1.700.000 rakyat diberbagai negara di Afrika dibantai rezim Komunis, dan 1.500.000 rakyat Afghanistan dibantai Najibullah (1978-1987).

- Barangkali, jika waktu itu komunisme berhasil menguasai negeri ini, kita tak akan bisa membaca karya-karya sastra relijius milik Hamka, Taufiq Ismail, dan lain-lain. Karena, Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) yg dikomandani oleh Pramoedya Ananta Toer, sempat menuding Hamka sebagai plagiator atas novelnya yg berjudul Tenggelamnya Kapal Van der Wijk. Tekanan politik terhadap karya-karya non-komunis dilakukan oleh LEKRA. Hujatan-hujatan terhadap sastrawan anti-LEKRA terus dilakukan. Penyair Chairil Anwar (pelopor angkatan 45) juga digugat dan dinilai sudah tidak punya arti apa-apa. Bahkan, buku-buku sastra karya sastrawan anti-LEKRA dibakar.

Bagaimanapun, kelompok Palu Arit ini telah dua kali melakukan kudeta dengan keji. Mereka menyembelih para santri, para Kyai, para agamawan, para penjaga NKRI yg menolak paham kiri.

(Di tulis oleh Abdurrahman Wardah yang diambil dari buku Ayat-ayat yang Disembelih, Sejarah Banjir darah para Kyai, Santri, dan penjaga NKRI oleh aksi-aksi PKI. Penerbit Cordoba, tahun 2015. Anab Afifi dan Thowaf Zuharon).

Selasa, 19 September 2017

sejarah penulis fathul mu'in

Fathul Mu'in: Kitab Karya Ulama Shufi yang sangat Barokah
oleh: kang EMHA elfaza
Dikalangan santri, terutama para pemerhati Turots Islami tentunya tidak asing lagi sebuah kitab yang bernama Fathul Mu’in, sebuah kitab yang dikarang oleh seorang Ulama yang begitu Alim dan tokoh Shufi yang terkenal manjur Do'anya yaitu Syeh Zainuddin bin Muhammad al Ghozaly al Malibary .
Kitab Fathul Mu'in merupakan salah satu karya monumental ulama muta’akhirin dari kalangan Syafi’iyah yang menjadi standar kitab bagi pesantren di Indonesia. Bahkan di beberapa pesantren, kitab tersebut sebagai tolok ukur santri dalam penguasaan kitab Salaf. Sebuah Kitab kecil yang banyak sekali memiliki keunggulan dibanding kitab-kitab lain dan diajarkan hampir di semua pesantren yang berhaluan Ahli Sunnah syafi’iyah di Dunia terutama di negeri ini.
Kitab Fathul Mu'in adalah Kitab Syarah Qurrotul 'Ain Fi Muhimmatu al Din, sebuah Syarah yang menjelaskan ma'na murod, menghasilkan maksud dan menjelaskan bebarapa faidah, sebagaimana di jelaskan dalam muqoddimah kitab tersebut.
Kitab Qurrotul 'Ain sendiri merupakan karya Syeh Zaenudin al Malibari sendiri, sebuah kitab yang sangat barokah, sebagaimana pengakuan dari Syeh Bakri Satho dalam Hasyah I'anahnya, karena kitab ini telah di do'akan oleh pengarangnya yang mustajab do'anya supaya kitab ini membawa manfaat bagi para pembacanya

Biografi Zainuddin Al-Malibari pengarang kitab Fathul Muin

Nama: Syaikh Zainuddin bin ‘Abdul ‘Aziz bin Zainuddin bn ‘Ali Al Malibari Al Fannani Asy Syafi’i.
Nama lain: Makhdum Thangal, Zainuddin Al Tsani
Tempat lahir: Malabar, India Selatan
Tanggal lahir: tidak diketahui
Tanggal wafat: 972 H atau 987 H / 1579 M
Tempat wafat: Funnan / Ponani, Indian
Karya tulis:
1. Qurratul ‘Ain ( Fiqih syafi’i lengkap yang masih berbentuk matan).

2. Fathul Mu’in , adalah syarah dari kitab Qurratul ‘ain yang disyarahkan langsung oleh pengarang sendiri , hal ini biasa dilakukan para ulama’ diantaranya imam zakariyah al-Ansari (W. 925 H ) terhadap kitabnya Fathul Wahhab dan Tuhfatut Tullab . kitab fathul mu’in banyak mendapat perhatian ulama’ untuk menjelaskannya , setidaknya ada 2 khasiyah yang ada saat ini yaitu kitab I’anah At-Tolibin yang terdiri dari 4 jilid tebal , karya syaikh abu bakar syata ( W. 1310 H), dan kitab tarsyihul mustafidin karya syaikh sayyid alawi assaqqof (W. 1335 H) .

3. Irsyadul ‘Ibad Ila sabilirrosyad isinya tentang masalah fiqih , nasehat dan hikayat ,syarah dari kitab ini adalah Manahijul Imdad setebal 2 jilid , karya ulama’ indonesia syaikh ihsan bin dahlan al-jampesi (W. 1952 M). terkait tentang hadits-hadits di kitab irsyadul ibad saat ini sudah di tahqiq oleh seorang ulama’ muda asal indonesia syaikh badrian murid dari syaikh nuruddin marbau al-banjari al-makki yang diterbitkan ma’had zain litafaqquh fiddin untuk pertama kali tahun 2010 M .

4. Al-Isti’dad lil Maut Wasu’al Qubur , isinya tentang persiapan bekal sebelum mati dan dahsyatnya pertanyaan qubur , kitab ini sudah banyak terjemahannya .

5. Tuhfah Al-Mujtahidi fii Ba’adh Akhbar Al-Burtughali (dalam bidang sejarah).

Tak banyak riwayat yang menjelaskan ketokohan dari Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al-Malibari, ulama asal Malabar, India Selatan ini. Kalau ada, itu hanya sebatas mengungkapkan keterangannya dalam berbagai karya yang ditulisnya.

Tak diketahui secara persis, kapan Syekh Zainuddin Al-Malibari lahir. Bahkan, wafatnya pun muncul berbagai pendapat. Ia diperkirakan meninggal dunia sekitar tahun 970-990 H dan di makamkan di pinggiran kora Ponani, India.

Syekh Zainuddin Al-Malibari merupakan keturunan bangsa Arab. Ia dikenal pula dengan nama Makhdum Thangal. Julukan ini dikaitkan dengan daerah tempat dirinya tinggal. Ada yang menyebutny dengan nama Zainuddin Makhdum, atau Zainuddin Thangal atau Makhdum Thangal. Julukan ini mencerminkan keutamaan dan penghormatan masyarakat setempat kepada dirinya.

Masjid Agung Ponani atau Funani, adalah masjid Agung yang pertama kali dibangun oleh Makhdum Thangal. Ia termasuk seorang ulama yang mengikuti madzhab Syafi’i. Tidak seperti masjid masa kini, Masjid Agung Ponani ini menggabungkan arsitektur lokal dengan arsitektur Hindu. Hal ini dikarenakan, Islam masuk ke India yang dibawa oleh pedagang Arab yang datang melalui laut dan diterima oleh raja-raja Hindu setempat. Makam Syekh Zainuddin Al-Malibari terletak di samping masjid.

Tak hanya arsitektur masjid, masyarakat Muslim di India ini juga mengadopsi gaya bangunan, pakaian dan makanan dengan menyesuaikan pada kondisi yang ada.

Syekh Zainuddin Al-Malibari, selain dikenal sebagai ulama fikih, ia juga dikenal sebagai ahli tasawuf, sejarah dan sastra. Karyanya Fath al-Mu’in (Pintu Pertolongan), adalah syarah (komentar) atas kitab Qurrat al-Ayn Hidayat al-Azkiya ila Thariq al-Auliya, serta Irsyad Al-Ibad ila Sabili al-Rasyad, dan Tuhfat al-Mujahidin.

Seperti kebanyakan ulama lainnya, Syekh Zainuddin Al-Malibari juga dikenal sebagai ulama yang sangat tegas, kritis, konsisten, dan memiliki pendirian yang teguh. Ia pernah menjadi seorang hakim dan penasehat kerajaan, dan diplomat.

***

Penyusun Fathul Mu’in ini lahir dan besar di lingkungan keluarga ulama. Ayahnya, Syaikh Abdul Aziz, adalah seorang ulama kenamaan yang juga memiliki karya yang dikenal di dunia Islam. Karya­nya antara lain kitab Irsyadul Alba’ dan Maslakul Adzkiya’, keduanya syarah atas kitab Hidayatul Adzkiya’, yang ditulis oleh ayahandanya sendiri, Syaikh Zainuddin bin Ali, yang dikenal dengan julukan “Zainuddin Al Awwal”.

Syaikh Zainudin bin Ali atau Zainuddin Al-Awwal sendiri adalah juga ulama besar yang karya-karyanya menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia. Karyanya yang paling termasyhur antara lain kitab Hidayatul Adzkiya’, yang disyarah oleh banyak ulama sete­lah­nya, di antaranya oleh Sayyid Bakri bin Muhammad Syatha dalam kitabnya yang berjudul Kifaytul Atqiya’ wa Min­haj al-Ashfiya’ Syarh ‘ala Hidayah al-Adz­kiya’.

Syaikh Zainuddin bin ‘Abdul ‘Aziz Al Malibari atau yang dikenal dengan “Zainuddin Ats Tsani” ini merupakan keturunan bangsa Arab. Beliau dikenal pula dengan julukan “Makhdum Thangal”. Ju­lukan ini dikaitkan dengan daerah tempat dirinya tinggal. Ada juga yang menyebutnya dengan nama “Zainuddin Makh­dum”, atau “Zainuddin Thangal”. Julukan ini men­­­cerminkan keutamaan dan peng­hor­mat­an masyarakat setempat kepada dirinya.
Sebagai ulama yang memiliki keluhuran ilmu, Syaikh Zainuddin Al-Malibari menyajikan pemahaman dan pemikirannya tentang agama ke dalam berbagai kitab. Mulai dari bidang aqidah, fiqih, tasawwuf, sejarah, hingga sastra.
Syeh Zeinuddin al Malibari merupakan ulama' yang di lahirkan di daerah Malabar, India Selatan. Tak diketahui secara persis, kapan Syekh Zainuddin Al-Malibari lahir. Bahkan, wafatnya pun muncul berbagai pendapat. Beliau diperkirakan meninggal dunia sekitar tahun 970-990 H dan di makamkan di pinggiran kota Ponani, India. Tepatnya terletak di samping masjid Agung Ponani atau Funani.
Beliau adalah cucu dari Syeh Zeinuddin bin Ali pengarang kitab Hidayatul Adzkiya' (I'anah I/151), sejak kecil, Syeh Zaenuddin al malibari telah terdidik oleh keluarga agamis, selain sekolah di al Madrasy yang didirikan oleh kakek beliau, beluau juga berguru kepada beberapa Ulama' Arab, termasuknya adalah Ibnu Hajar al Haitami dan Ibnu Ziad.
Perlu di ketahui, bahwa sesungguhnya nama ayah beliau bukanlah Abdul Aziz sebagaimana tertulis dalam kitab I'anatut Tholibin (I'anah I/7), melainkan nama ayahnya adalah Muhammad al Ghozali, dan Abdul Aziz adalah paman beliau sebagaimana pengakuan beliau dalam Muqoddimah Kitab al Ajwibah . Dan penggunaan paman sebagai Ayah adalah hal yang sangat lumrah.
Syekh Zainuddin Al-Malibari, selain dikenal sebagai ulama fikih yang mengikuti madzhab Syafi'i, beliau juga dikenal sebagai ahli tasawuf, sejarah dan sastra. Beliau mempunya beberapa karya dalam beberapa literarur Ilmu, dan di antara karya-karya beliau adlah Fath al-Mu’in syarah atas kitab karyanya sendiri Qurrat al-Ayn Fi Muhimmati al Din, Hidayat al-Azkiya ila Thariq al-Auliya, serta Irsyad Al-Ibad ila Sabili al-Rasyad, dan Tuhfat al-Mujahidin.
Seperti kebanyakan ulama lainnya, Syekh Zainuddin Al-Malibari juga dikenal sebagai ulama yang sangat tegas, kritis, konsisten, dan memiliki pendirian yang teguh. Ia pernah menjadi seorang hakim dan penasehat kerajaan, dan diplomat.

Manhaj kitab.
Kitab Fathul Mu’in ini tak jauh beda dengan kitab-kitab fiqh yang lain, yaitu membahas semua permasalahan Fiqhiyah, mulai dari Ubudiyah, Mu’amalah, Munakahah dan juga Jinayah dengan di klasifikasikan sesuai dengan bab-babnya.
Tapi dalam kitab fathul Mu'in ini, terkadang tidak menyebutkan sebuah pembahasan yang sebenarnya sangat penting untuk di sebutkan, sehingga, sering sekali Syeh Abu Bakar al Syatho dalam Hasyiyah I'anatu al Tholibin mengkritik tentang tidak adanya penyebutan tersebut, sebagaimana dalam permasaahan Ijtihad (I'anah I/45) Istihadloh (I'anah I/90), Istikhlaf (I'anah II/111) Ju'alah (I'anah III/146), atau penyebutan yang kurang sempurna. Bahkan ada sebuah masalah yang telah di sebutkan dalam judul ternyata tidak masuk dalam pembahasan, yaitu masalah menjual buah-buahan "Bai'u al Tsimar".
Hal di atas karena permasalahan tersebut di anggap tidak penting oleh pengarang, karena jarang terjadi pada masa itu atau kurang diperhatikan di kalangan awam, hal itu tercermin dari jawaban beliau ketika ditanya "kenapa hanya sedikit membahas tentang Haid (tidak membahas Istihadloh)? Beliau menjawab: "orang laki-laki tidak haid, dan orang perempuan tidak bertanya". Dari jawaban beliau di atas, memnunjukkan bahwa beliau mengarang kitab fathul Mu'in memang di peruntukkan oleh orang-orang yang membutuhkan, bukan sekedar untuk di kaji.
Jika kitab-kitab Fiqh biasanya memulai pembahasan dengan Kitab Thoharoh, sebagai intrumen penting sebelum melakukan Ibadah Sholat, tetapi kitab Fathul Mu’in ini mengawali pembahasan langsung ke Kitab Sholat, sebagai Ibadah yang paling fital dalam agama Islam, dengan Mangawali pembahasan Sholat, secara otomatis juga membahas Thoharoh, karena Sholat tidak akan Shah kecuali dengan Thoharoh.
Dalam pembahasan Sholat, kitab ini lebih enak untuk di telaah, karena dalam membahas kaifiyah atau tata cara Sholat, kitab Fathul Mu’in ini lebih runtut di banding dengan kitab lain, karena dalam penyebutan, tidak di klasifikasikan sesuai dengan Fardlu dan Sunahnya, melainkan di sebutkan sesuai dengan letak kaifiyah itu, metode seperti ini juga di terapkan dalam pembahasan Haji dan Umroh.
Terkadang dalam kitab ini juga terjadi pengulangan pembahasan, sebagaimana dalam masalah membaca keras didalam masjid, masalah ini sempat di bahas dua kali yang pertama pada Fashl Fi Shifati Sholat dan pada Fasl Fi Sholati al Jama'ah. Mungkin hal ini untuk lebih memperjelas masalah yang ada, terbuki, dalam pembahasan yang kedua, beliau lebih memerinci pembahasan dengan menampilkan perkhilafan antara Imam Nawwawi dan Ibnu Hajar.
Dalam kitab Fathul mu'in ini juga terdapat banyak sekali praktek perselisihan (mukhosamah), baik dalam bab Mu'amalah maliyah atau dalam Bab Munakahah, yang sebenarnya jika kita teliti, pembahasan antara yang satu dan lain tidaklah jauh berbeda. Hal ini di dasari oleh banyaknya kejadian Mukhoshomah pada masa itu atau karena itu merupakan perkara yang trend di kalangan pelajar dan banyak ditanyakan pada ulama'. Walaupun begitu, pengarang tetap berusaha menampilkan hal-hal tersebut dengan ibarat yang sangat ringkas tetapi tetap mengena.
Dan termasuk keistimewaan kitab Fathul Mu'in ini adalah menyebutkan beberapa perkhilafan di antara ulama' dan di ambil dari kitab-kitab mereka yang mu'tabar dengan mentarjih pendapat mereka baik secara Shorih/jelas atau malah melatih kecerdasan pembaca dengan hanya memberikan Isyarat atau ibarat yang samar. Dan kebanyakan, pendapat yang diikuti oleh pengarang adalah pendapat guru belau yaitu Syeh Ibnu Hajar al Haitamy, dan guru inilah yang di kehendaki ketika pengarang menyebut Guruku (Syekhuna).
Penggunaan Istilah Syekhuna untuk sang maha guru yaitu Ibnu Hajar, ini memunjukkan betapa beliau sangat menghormati gurunya ini dan mengenggapnya sebagai orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan intelektual beliau.

Kesimpulan
Kitab fathul Mu'in ini adalah kitab yang sangat barokah sekali, dengan format dan manhaj yang ditawarkan tentunya mempunyai sebuah rahasia yang tidak bisa di mengerti oleh orang lain. Sehingga banyak sekali ulama' yang mengaguminya, bahakan ada yang mengatakan bahwa kitab fathul Mu'in ini adalah Kitab al Tuhfah al Tsani atau Kitab Tuhfah yang kedua, selain karena pengarang adalah murid dari pengarang kitab Tuhfah, juga karena kitab Fathul Mu'in ini juga banyak sekali mengadopsi masalah dari kitab al Tuhfah.
Tulisan ini bukanlah untuk mengkritik atau mencari kesalahan-kesalahan yang ada, walaupun secara gamblang pengarang memperbolehkan siapapun untuk mengoreksi kitab beliau asal dengan cara yang tepat, tapi bagaimana pun kita tetap harus berbaik sangka dengan pengarang, karena hanya dengan itu kita bisa mengambil manfaat:
وكل من لم يعتقد لن ينتفع

Dan tulisan ini hanya bentuk analisa dari penulis dengan digabungkan dengan literatur yang kami miliki, jadi bila terjadi kesalahan dalam analisa kami mohon untuk koreksi bersama.
Pengertian dan Perbedaan Naluri, Insting, Feeling, Firasat, Intuisi, Nurani, Emosi, Inspirasi, Ilham
A. Naluri 
Naluri ialah pembawaan alami yang tidak disadari atau tidak perlu dipelajari karena memang sudah bawaan (fitrah atau kodrat) dari Allah Sang Pencipta, yang mendorong untuk berbuat sesuatu, dan terdapat pada semua jenis makhluk hidup, baik itu hewan maupun manusia. Biasanya kata naluri digunakan untuk menunjuk sesuatu berupa pembawaan khas suatu makhluk atau berupa kasih sayang induk pada anaknya.

Contoh: Naluri keibuan ataupun naluri kebapakan akan muncul dengan sendirinya; Secara naluri seorang ibu pasti memiliki kasih sayang dan ikatan batin dengan anaknya; Sepasang suami-istri secara naluri pasti akan melakukan hubungan badan meski mereka tidak pernah mempelajarinya; Secara naluri laki-laki tertarik dengan perempuan, begitu pula sebaliknya; Secara naluri induk ayam akan melindungi anaknya; Secara naluri laki-laki memiliki sifat maskulin, sedangkan wanita memiliki sifat feminin; dan sebagainya.
B. Insting
Insting hampir sama dengan naluri, dimiliki manusia dan juga hewan. Bedanya, kata insting lebih sering dipakai untuk menunjuk kemampuan khusus tertentu pada hewan atau manusia. Misalnya: Taekwondoin tersebut memiliki insting yang tajam dalam mengantisipasi serangan lawan; Petinju itu memiliki insting bertinju di atas rata-rata lawannya; Pesilat itu mengandalkan insting hewaninya untuk menumbangkan lawannya; Anjing pelacak polisi memiliki insting yang sangat tajam dalam mencari sesuatu; Pada diri manusia ada insting hewani yang harus dikendalikan dengan benar; dan lain-lain. 
C. Feeling
Feeling merupakan kata dalam bahasa Inggris yang sudah lazim dipakai oleh orang Indonesia, meskipun dalam KBBI tidak atau belum terdaftar. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kata feeling bisa berarti perasaan, dari kata dasar feel yang artinya merasa. Kata feeling juga sering digunakan untuk menunjuk suatu prediksi atau perkiraan. 
Contoh: Pada saat mengendarai atau memarkir mobil, harus punya feeling yang tepat agar tidak nabrak; Magician itu feeling-nya sangat tepat ketika menebak suatu angka; Kalau membuat tabel pakai feeling (perasaan) donk, biar nggak menceng-menceng kayak gini; dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain
D. Firasat
Firasat adalah suatu perasaan atau kata hati yang muncul sebelum terjadinya sesuatu. Firasat hanya dimiliki pada manusia, tidak pada hewan. Dalam KBBI dijelaskan bahwa perasaan akan terjadinya sesuatu tersebut, muncul setelah melihat adanya indikasi, keadaan, ataupun gelagat. Sebenarnya penjelasan tersebut ada benarnya namun kurang tepat, karena firasat seseorang bisa saja terjadi tanpa melihat ada indikasi sebelumnya. 
Misalnya: Firasat dari seorang ibu akan terjadi kecelakaan pada anaknya dengan mengatakan, “Perasaan saya koq nggak enak?” Atau firasat seorang ibu terjadi hal yang buruk pada anak atau suaminya setelah ada indikasi, yaitu gelas pecah, terkena irisan pisau saat memasak; Firasat seorang ulama pada saat berdzikir akan terjadinya sesuatu; dan sebagainya.
E. Intuisi
Intuisi, makna atau penggunaan kata intuisi beda tipis dengan firasat dan feeling. Dalam KBBI, intuisi diartikan dengan kemampuan untuk mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan dan dipelajari, diartikan juga dengan bisikan hati atau gerak hati. Perbedaannya dengan firasat atau feeling, kata intuisi lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang bersifat metafisika atau di luar jangkauan rasional, biasanya dipakai untuk menyebut indera keenam. 
Contoh: Kemampuan intuisi yang dimiliki anak indigo sangat tepat dalam memprediksi terjadinya suatu peristiwa; Pengusaha itu lebih banyak menggunakan kekuatan intuisinya dalam mengambil sebuah keputusan daripada menggunakan logikanya; Pesulap itu mempertunjukkan kemampuan intuisinya di hadapan ribuan penonton. 
F. Nurani
Nurani adalah perasaan atau lubuk hati terdalam yang selalu membisikkan dan mendorong pada kebaikan. Kata nurani biasanya disejajarkan dengan hati, sehingga menjadi hati nurani. Karena memang nurani erat kaitannya dengan hati (perasaan). Nurani selalu menunjuk pada hal-hal yang positif, berbeda dengan hati atau perasaan yang bisa digunakan untuk sesuatu yang positif ataupun negatif. Misalnya: kebusukan hati, ketenangan hati, perasaan bahagia, perasaan dengki, dan sebagainya. 
G. Emosi
Kata emosi, dalam KBBI dimaknai dengan beragam arti: (1) sebagai luapan perasaan yang dapat berkembang dan surut dalam waktu singkat, (2) keadaan psikologis, seperti marah, gembira, sedih, rindu, dll., (3) perasaan marah, (4) getaran jiwa. Pemaknaan tersebut bisa benar bisa juga salah, tergantung penggunaannya dalam suatu kalimat. Meskipun demikian, kata emosi paling sering digunakan untuk menyebut perasaan marah, dan ini yang lazim dimaknai oleh masyarakat Indonesia. Contoh: Tindakan Satpol PP tersebut memancing emosi para pedagang kaki lima; Kartu merah yang diberikan wasit membuat emosi sang pelatih; Kekalahan Persebaya membuat emosi “Bonek” semakin memuncak. 
Bisa juga kata emosi tidak dimaknai sebagai perasaan marah. Misalnya: Emosi keagamaan di kampung Kauman terasa begitu kental setelah ajaran Thariqah Qadiriyah mulai menyebar; Atlet itu tidak dapat mengendalikan emosinya setelah berhasil memenangkan medali emas olimpiade; Kedua sejoli itu terlihat meluapkan emosi karena rasa rindunya selama ini dapat terbayar lewat pertemuan di pantai. 
H. Inspirasi dan/atau Ilham 

Kata inspirasi dan ilham sebenarnya memiliki makna yang sama dan sah-sah saja digunakan sebagai padanan kata atau sinonim. Dalam KBBI pun kata inspirasi dan ilham dapat digunakan dalam pengertian yang sama. Contoh: Saya mendapat inspirasi/ilham untuk menulis novel setelah membaca kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an; Syaikh Ahmad Yasin telah menginspirasi/mengilhami jutaan umat muslim untuk tidak menyerah meski dalam kondisi fisik yang terbatas; Film Titanic terinspirasi/terilhami dari kejadian nyata tenggelamnya kapal Titanic.
mohon dikoreksi kembali
semoga bermanfaat. 

Minggu, 23 Juli 2017



SEJARAH LAHIRNYA ILMU NAHWU & BIOGRAFI
IMAM IBNU MALIK AL ANDALUSI









SEJARAH LAHIRNYA ILMU NAHWU
   Dikisahkan tentang sebab Abu Aswad Al duali mencetuskan ilmu ini bahwasanya, pada suatu malam beliau berada diatas rumahnya bersama dengan putrinya kemudian ia melihat langit dan bintang-bintang yang indah yang cahayanya berkilauan beserta gelapnya malam lalu ia berkata “duhai ayahku “"مَا اَحْسَنَ السَّمَاءِ (apa yang paling indah di langit?) dengan mendomahkan nun dan mengkasrohkan hamzah lalu beliau menjawab اي بنية نجومها  wahai putri kecilku bintang-bintangnya sembari beliau menyangka maksud putrinya adalah apakah sesuatu yang paling indah di langit ? namun ia menyanggah (يا ابت ما اردت هذا) duhai ayahku, aku tidak bermaksud ini (bertanya pada ayahnya) hanya saja maksudku adalah kagum kepada keindahan langit
              Maka sang ayah pun berkata : “ kalau seperti itu ucapkanlah (ما احسن السماءَ), betapa indahnya langit ‘’
               Bukalah mulutumu ( dengan mengfathahkan hamzah dan nunnya )
   Keesokan harinya beliau berangkat menuju sahabat Ali K.W  dan berkata kepadanya : “ Wahai amirul Mu’minin , telah terjadi pada anak anak kita sesuatu yang tidak kita ketahui” lalu beliaupun menceritakan tentang kisahnya dengan putrinya, maka sang kholifah pun menjawab (هذا بمخالطة العجم العرب) kejadian ini adalah sebab dari percampuran ajam ( orang yang bukan arab ) dengan orang Arab.
               Kemudian sang kholifah memerintahkan kepadanya lalu beliau pun memberi kertas / lampiran setlah beberapa hari sang Kholifah pun men-diktekan kepada beliau
 (جاء لمعنى اقسام الكلام ثلاثة اسم وفعل وحرف) Pembagian kalam ada 3 yaitu : Isim , Fi’il , Huruf yang berma’na dan sejumlah bab Ta’ajub ( Bab ungkapan kekaguman )
              Sang kholifah juga berkata kepada beliau (اُنْحُ نَحْوَ هَذَا ) Ikutilah jalan / jejak ini (makna secara bahasa) maka dari itu ilmu ini dinamakanilmu Nahwu
              Kemudian akhirnya sang kholifah mengatakan kepada Abu al-Aswad adduali :
تتبعه يا ابا الاسود وزد عليه ما وقع لك واعلم يا أبا الاسود أن الاشياء ثلاثة ظاهر ومضمر وشيئ ليس بظاهر ولا مضمر
 Susulkanlah jalan ini wahai Abu aswad, dan tambahlah sesuatu yang terjadi padamu.
             Ketahuilah wahai Abul aswad ; sesungguhnya sesuatu  perkara itu ada 3 ;)  yang nampak( ظاهر  yang tersimpan  ( مضمر )dan sesuatu yang tidak nampak dan tidak tersimpan
(ما ليس بظاهر ولا مضمر  ) hanya saja keutamaan manusia terletak pada pengetahuannya tentang sesuatu yang tak tampak dan tak tersimpan
               Beliau pun berkata “ telah aku kumpulkan sesuatu / perkara perkara dari 3 bagian itu , dan telah aku paparkan 3 bagian tersebut kepadanya ( Sang kholifah )
              Termasuk diantaranya ,
- Huruf – huruf nasab ( menasabkan isim dan merofakan khobar )
   Diantaranya : ان , أن, ليت ,لعل  danكأن . aku tidak menyebutkan لكن, lalu beliau bertanya kepadaku : لم تركتها ؟, mengapa kamu meninggalkannya ?
               Aku pun menjawabnya : aku tidak menyangkaلكن  termasuk dari huruf – huruf nashob. Lalu sang Kholifah berkata :فزدها بل هي منها , Bahkan لكن termasuk darinya (huruf-huruf Nashab) maka tambahlah لكن
           Kemudian datang kepada Abu al-aswad seseorang laki-laki yang membacakan ayat :
"ان الله بريئ من المشركين ورسوله " 
               “ Sesungguhnya Allah dan rosulnya terlepas / bebas dari orang orang yang menyekutukannya “ dengan mengkasrohkan lafadz رسوله maka dari itu beliau menetapkan Bab Athaf dan Bab Na’at.

Anjuran Belajar Lughot Arabiyah (Nahwu)
    Ketahuilah bahwa telah datng hadist hadist yang mulia dan atsar atsar yang menunjukan tentang anjuran untuk belajr lughot arabiyah (gramatika bahasa arab/tat bahasa arab )sebagian diantarnya :
- sabda nabi : ان الله لا يسمع دعاء ملحونا  sesungguhnya allah tidak mengabulkan doa yang keliru irobnya (dilahn) dan ulama tidak mengesahkan sholat di belakangnya imam yang lahn (bacaannya keliru dalam irobnya )
- juga diantaranya hadist yang diriwayatkan oleh almarhibi dari abi jafar muhamad al baqir bin ala bin husein bin ali bin abi thalib ra sesungguhnya ia telah berkata    
Rasullullah saw telah bersabda “أعربوا الكلام كي تعربوا القرآن“ indahkanlah ucapan kalian supaya kalianmengindahkan alquran
-almurhibi juga meriwayatkan dari ibnu umar ra ,dia berkata :umar lewat bertemu dengan suatu kaum yang melepaskan busur panahnya lalu keliru (tidak mengenai sasaran)kemudian beliau berkata:
 “  ماأسوأ رميكم betapa jeleknya lemparan kalian, merekapun menjawab , kita adalah orang yang belajar lalu beliau berkata :”lahn kalian (kekeliruan dalam irob) lebih buruk dari pada lemparan kalian, aku mendengar rosul saw bersabda : رحم الله امرأ أصلح من لسانه” allah mengasihi seseorang yang sikap/bagus lisan (tutur katanya)
-albaihaki meriwayat kan dari umar bin khotob radia berkata belajarlah kalian tentang sunah dan fardlu fardlu dan lahn (kesalahan dalam irob )seperti halnya kalian belajar tentang alquran
-albaihaqi juga meriwayatkan dari ibnu abbas dan ibnu umar bahwa mereka berdua memukul anak anaknya karena sebab lahn
- abu thohir meriwayatkan dari al syibi bahwa abu bakar asshidiq ra berkata sungguh bila aku membaca lahu memotong bacaanya adalah lebih aku suka dari pada aku membaca lalu keliru (lahn) dalam irobnya
- didalam kitab syu’bul imam al baihaqi meriwayatkan dari syu’bah bahwa dia berkata (syubah) telah berkata apa bila muhadits (ang ahli hadits) tidak tahu iolmu nahwu maka ia seperti himar (keledai) terdapat diatasnya kantong yang tidak ada gandumnya
- albaihaqi juga meriwayatkan dari abi al zannad dia dari ayahnya bahwa beliau (ayahnya) berkata:” tidak menjadi zindiq (pura-pura islam) orang yang telah zindiq kecuali karena bodoh tentang kalam arab (ilmu nahwu)
- ibnu mubarok berkata :” tidak diterima seseorang dari satu macam dari ilmu-ilmunya selam dia belum menghiasi ilmunya dengan arrabiyah (ilmu nahwu) atas dasr bahwa ada seorang laki-laki dan saudaranya melapor kepada ziyad tentang urusan warisan kemudian dia (laki-laki tersebut) berkata :
ان أبونا مات وان أخينا وثب على مال أبان فأكله
Lalu dijawab oleh ziyad: sesungguhnya sesuatu yang telah kamu jatuhkan dari dirimu (kehormatan) lebih berbahaya dari pada sesuatu yang telah kau jatuhkan dari hartamu . (karena kekeliruan dlm berkata)
- adapun sang qodhi (hakim) telah berkata kepadanya :                                                             لا رحم الله أباك ولا جبر عظم أخيك فم فى لعنة الله وحر سقر “ allah tidak mengasihi ayhmu dan tidak membetulkan tulang patah saudaramu, berdirilah dalam laknat allah ddan sangatlah panas neraka saqar.
- imam jalaludiin al suyuti berkat dalam kitab syarah alfiyyahnya : telah sepakat para ulama atas sesungguhnya ilmu nahwu di butuhkan dalam setiap (fan) bidang dari fan-fannya ilmu, apa lagi tafsir dan hadits maka sesungguhnya tidak diperbolehkan bagi orang yang hendak membaca kitabullah (al quran) sehingga ia menguasai arrabiyyah (bahasa arab dan gramatikanya) karena alquran itu bahasa arab dan tidak bisa memahami maksud-maksud alquran kecuali hanya dengan mengetahui kaidah-kaidah atau dasar-dasar arrabiyah sama halnya ilmu hadits
- ibnu al sholah mengatakan “seharusnya bagi muhadits (orang yang ahli hadits) tidak meriwayatkan hadits dengan bacaanya orang yang lahn (keliru dalam bacaanya atau irobnya)
Kemudian di riwayatkan dari abi dawud beliau berkata : saya mendengarkan al ashmui mengatakan bahwa sesungguhnya paling ditakutkan sesuatu yang di khawatirkan kepada orang yang mencari ilmu ketika tidak mengetahui ilmu nahwu akn masuk pada sabda nabi saw : من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار “barang siapa yang berbohong kepadaku secara sengaja maka hendaklah menempati tempatnya dari neraka “.
     Karena nabi saw tidak lahn (keliru dalam bacaanya atau irobnya) maka ketika kamu meriwayatkan hadits dari beliau lalu kamu lahn dalam meriwayatkanya maka kamu telah berbohong kepada beliau
     Telah berkata sebagian ulama : (بحر الرجز)
من فاته النحو فذاك الاخرس ٭ وفهمه فى كل علم مفلس
وقدره بين الورى موضوع ٭ وان يناظر فهو المقطوع
لا يهتدى لحكمة فى الذكر ٭ وما له فى غامض من فكر
والله سبحانه وتعالى اعلم اه شيخنا السيد عثمان شطا تلميذ المؤلف.
-orang yang meninggalkan ilmu nahwu maka orang itu adalah orang yang bisu ٭ dan kefahamanya kepada setiap ilmu bak orang yang bangkrut
-derajat pangkatnya diantara manusia direndahkan ٭ dan bila ia berdebat maka dia dibantahkan
-dia tidak menerima petunjuk pada hikmah didalam nasihatnya ٭ dan tiada fikiran baginya tentang sesuatu yang sulit
          Allah maha suci dan maha tinggi lagi maha mengetahui ,selesai
Syaikhuna assayyid utsman syatha murid penyusun (syaikh ahmad zaini dahlan)
Biografi Imam Ibnu Malik
Nama lengkap:
Ibnu malik adalah syekh al alim al-allamah jamaluddin abi abdillah muhammad ibnu abdillah ibnu malik al tha’i al jayyani al andalusi. Lahir di jayyan (jaen)daerah ini adalah sebuah kota kecil di bawah kekuasaan andalusia (spanyol)sekarang, pada tahun 600 H/1180 M dalam sumber lain mengatakan tahun 605 H/1181 M juga ada yang mengatakan beliau lahir pada tahun 597 H/1177 M dan wafat pada tanggal 18 Sya’ban,menurut qil tanggal 12 Sya’ban 672 H/1252 M dalam usia 72 tahun keterangan lain menyebutkan 75 tahun beliau dikebumikan di pemakaman umum kota Damaskus  
Negeri Andalus, sebagian ada yang membaca Andalas
   merupakan salah satu provinsi di Spanyol dengan luas wilayah kira-kira 442 km yang masuk dalam otonomi andalusia yang dulunya berada di semenanjung Iberia daerah ini terkenal karena keseburan tanah,sedikitnya hewan melata,iklim yang sedang,dan banyak buah-buahanya,apabila ditempuh dari Syam (Syiria) sekarang akan melewati  40 sungai besar dan kota-kota besar yang juga banyak jumlahnya dan benteng-benteng yang pertahanan penduduk serta desa-desa kecil yang banyak,untuk menuju kota ini memerlukan waktu sehari karena perjalananya menempuh 2 farsakh /6 mil dan melewati perairan.
   pada saat itu, negeri ini dihuni oleh kaum muslimin yang sangat cinta kepada ilmu dan mereka berpacu dalam menempuh pendidikan bahkan berpacu pula dalam mengarang buku-buku ilmiah sehingga banyak pula ilmuan islam atau ulama lahir dari negri ini selain Ibnu malik mereka juga sangat kuat sehingga musuh dari luar tidak bisa masuk apalagi menguasai mereka bahkan musuhpun takut kepada mereka,banyak musuh –musuh islam yang akhirnya minta perlindungan keamanan kepada penduduk andalusia tetapi,kekuatan meraka kian luntur lantaran terjadi kesalahfahaman diantara mereka sendiri yang sehingga satu sama lain saling membuat fitnah dan permusuhan.dan situasi seperti ini difahami oleh musuh – musuh islam yang sudah sejak lamaingin menguasai daerah yang subur ini dan permusuhan,fitnah dan konflik ini justru oleh para musuh dibuat kesempatan untuk mematahkan kekuatan kaum muslimin,mereka bisa masuk melaluibeberapa celah –celah yang kelihatan kosong dan memanfaatkan situasi konflik intern kaum muslimin dan akhirnya musuh-musuh islam itu dapat menguasai negri ini bahkan sebagian dari mereka ada yang diusir dari Andalus dan ada yang pindah ke daerah yang lain.
pada masa kecil ibnu malik menuntut ilmu di daerahnya,terutama belajar pada syaikh syalubini (w.645 H)
   Setelah menginjak dewasa,ia berangkat ke timur untuk menunaikan ibadah haji dan diteruskan menempuh belajarnya di damaskus sampai beliau mengajar dan mukim di sana.di negeri syam ini ia belajar ilmu dari beberapa ulama setempat,diantaranya:
Al syakhowi (w.643 H) ,syaikh ibnu ya’isy alhalabi (w.643 H) ,syekh hasan bin shabbah,syekh ibnu abi sharq,syekh ibnu najaz almaushili,syekh ibnu hajib,syekh ibnu amrun,syekh muhammad bin abi fadhol almursi.
    Di Damaskus dan Aleppo (halab) nama beliau mulai dikenal dan dikagumi oleh para ilmuan karena cerdas dan pemikiranya yang jernih,ia banyak menampilkan teori-teori nahwiyyah yang menggambarkan teori madzhab andalusia ,yang jarang diketahui oleh orang-orang syiria waktu itu.
Teori semacam ini banyak diiukuti olehmurid-muridnya spt,imam nawawi,ibnu alathor,almizzi,aldzahabi,alshairofi,dan qodhi al qudhot ibn jamaah.untuk menguatkan teorinya,beliau senantiasa mengambil saksi (syahid) dari teks-teks al-quran.kalau tidak didapatkan ,ia menyajikan teks alhadits kalau tidak didapatkan lagi,ia mengambil dari syair-syair sastrawan kenamaan arab,semua pemikiranya yang diproses melalui paradigmaini dituangkan dalam kitab-kitab karangannya,baik berupa nadzam (syair puitis) atau berbentuk natsar (prosa) pada umumnya,karangan tokoh ini lebih indah dari tokoh-tokoh pendahulunya.
Sarjana besar kelahiran eropa ini memiliki semangat yang besar dalam mengajarkan ilmu yang ia miliki.ketika ia menghadiri majlisnya yang kadang belum dihadiri murid-muridnya,maka beliau berdiri di jerjak jendela dan berteriak “qiro’ah,qiro’ah,arabiyah,arabiyah” (maksudya memanggil siapa siapa saja yang ingin belajar ilmu qiro’ah dan ilmu arabiyyah kepada beliau) bila ternyata tidak ada yang hadir maka berdoa dan segera pergi dengan berkata “saya tidak tau untuk membebaskan tanggunganku kecuali dengan cara ini,karena kadangkala tidak ada yang tau kalau saya duduk di sini”
Walaupun beliau ahli qiro’ah,namun tidak diketahui murid murid beliau dalam ilmu qiro’ah. ibnu jazari mengatakan”ketika beliau masuk kota aleppo (halab) banyak para ulama yang mengambil ilmu arabiyyah dari beliau,tetapi saya tidak mengetahui seseorangpun yang membaca ilmu qiro’ah di hadapanya dan saya juga tidak mempunyai sanad ilmu qiroah kepada beliau”kemunkinan besar ilmu qiro’ah beliau ajarkan di selain kota aleppo
Diantara murid –murid beliau adalah;
Syekh muhammad badrudin, putranya sendiri (w.686 H)
Imam nawawi,ibnu ja’wan,ibnu munajjy,al yunaini,bahaudin bin nuhas,syihabuddin asy-syughuri,ibnu abi fath al-ba’li,alfarizy,ibnu hazim al-azra’i,ibnu tamam at-talli,madjuddin al-anshori,ibnu atthor,’alauddin al-anshari,abu tsana’ alhalabi,abu bakar al-mizzi,ibnu syafi’,badaruddin bin jama’ah,ibnu gharim,al-birzali,ibnu harb,ash-shairofi,dll
Untuk murid beliau yaitu imam nawawi,sempat diabadikan dalam nadzom kitab alfiyyah beliau pada bait:
ورجل من الكرام عندنا
“dan seorang laki-laki dari orang – orang mulia di sisi kami” (imam nawawi)
Kitab alfiyyah ibnu malik
Salah satu kitab karya beliau yang paling tersohor adalah kitab alfiyyah,sebuah kitab yang berbentuk nadzom terdiri dari 1002 bait yang menjelaskan tentang ilmu nahwu dan shorof.kitab ini dipelajari di seluruh dunia sampai saat ini.kitab ini merupakan ringkasan dari kitab karangan beliau sendiri yaitu al-kafiyyah asy-syafiyyah yang terdiridari dari 2757 bait oleh karena itu kitab al fiyyah juga disebut dengan al khulashoh yang berarti ringkasan
Kitab ini terdiri dari 80 bab dan setiap babnya terdiri dari beberapa bait,bait yang terpanjang adalah bab Jama’taksir karena diisi 42 bait,kitab syair (puisi) memakai bahar rojaz ini dengan tujuan diantaranya:
1.      menghimpun semua permasalahan nahwu dan shorof yang penting
2.      menerangkan hal-hal yang rumit dengan bahasa yang singkat,padat dan akurat serta bisa menghimpun kaidah yang berbeda-beda,atau dengan sebuah contoh yang bisa menggambarkan suatu persyaratan yang diperlukan oleh kaidah tersebut
3.      membangkitkan perasaan senang dan semangat bagi orang yang ingin mempelajari isinya.
Diantara ulama ada yang menghimpun tulisan beliau,ternyata tulisan karyanya banyak yang berbentuk nadzom,seperti yang dikatakan imam as-suyuti dalam kitabnya Bughyat alwu’at diantara karanganya adalah nadzom al kafiyyah al syafiyyah. Kitab ini menyajikan semua informasi tentang ilmu nahwu dan shorof yang diikuti oleh komentar (syarah) yang banyak ditulis oleh para ulama setelahnya,Kitab alfiyyah yang banyak diterjemahkan  ke dalam banyak bahasa di dunia ini memeliki posisi penting dalam perkembangan ilmu nahwu,berkat kitab ini dan kitab aslinya nama beliau menjadi popular, dan pendapat beliau banyak diikuti oleh beberapa ulama,termasuk ulama yang mengembangkan ilmunya di Timur.al-raudli seorang cendikiawan besar ketika menyusun syarah al kafiyyah karya ibnu hajib,banyak mengutip mempupolerkan pendapat ibnu malik dengan kata lain perkembangan ilmu nahwu setelah ambruknya beberapa akademisi Abbasiyyah di baghdad ,maka para pelajar pada umumnya mengikuti pemikiran ibnu malik bahkan sebelum kerajaan Andalusia runtuh,pelajaran nahwu pada awalnya tidak banyak diminati masyarakat
Kitab alfiyyah ini banyak disyarahi oleh para ulama, dalam kitab kasyf al-dzunun,Haji kholifah mengatakan bahwa para ulama penulis syarah alfiyyah berjumlah lebih dari 40 orang mereka ada ada yang menulis dengan panjang lebar,ada juga yang  menulis dengan singkat (mukhtashor) dan ada pula ulama yamg tulisanya belum selesai dan ada pula yang memberikan catatan pinggir (hasyiyah) terhadap syarah-syarah alfiyyah
Kitab ini juga sengaja beliau tulis untuk putra tercintanya sebagai hadiah untuknya ada lagi yang mengatakan untuk murid kesayanganya.
Diantara syarah-syarah kitab alfiyyah adalah:
·         Syarah alfiyyah yang ditulis oleh putera beliau sendiri yaitu syekh Muhammad badruddin (w.686 H) dengan nama kitab Durrotul mudhi’ah.ini merupakan kitab syarah alfiyyah  pertama kali ditulis,syarah ini banyak mengkritik pemikiran nahwiyyah yang diuraikan oleh ayahnya,seperti kritik tentang uraian maf’ul mutlaq,tanazu’dan shifat mutasyabihat. Kritikan itu aneh tapi,putranya ini yakin bahwa tulisan ayahnya perlu ditata ulang lagi,atas dasar itu  Syekh Badruddin mengarang alfiyyah tandingan dan mengambil syahid dari ayat al-quran dari situ tampak rasional juga tetapi semua ilmuan tahu bahwa tidak semua teks alqur’an bisa disesuaikan  dengan teori-teori nahwiyyah yang sudah dianggap baku oleh para ulama.
Kritikus yang pada masa mudanya bertempat di Ba’labaik ini,sangat rasional dan cukup beralasan hanya saja ia banyak mendukung teori-teori nahwiyyah yang syadz karena itu penulis syarah alfiyyah yang muncul berikutnya seperti ibnu hisyam ,ibnu aqil,dan al asymuni banyak yang meralat alur pemikiran putra ibnu malik tadi,meskipun begitu syarah Badruddin ini cukup menerik,sehingga banyak ulama besar yang menulis hasyiyah untuknya,seperti karya ibn jama’ah (w. 819 H),al-ainy (w. 855H),Zakariya al anshori (w.1911 H),al suyuthi (w.911 H) ibn qosim al-abbadi (w.944H) dan Qadhi taqiyyudin ibn abdul qodir al-tamimy (w. 1005H).
·         Al-murodi (w. 749 H) beliau adalah murid ibnu hayyan,beliau juga menulis dua kitab syarah untuk kitab tashil alfawaid dan nadzam alfiyyah,keduanya karya ibnu malik.meskipun syarah ini tidak popular di Indonesia tetapi pendapat-pendapatnya banyak dikutip oleh ulama lain,diantaranya al-damaminy (w. 827H) seorang sastrawan besar ketika menulis syarah tashil al fawaid menjadikan karya al-murodi itu sebagai rujukan.begitu pula alasmuny ketika menyusun syarah alfiyyah dan ibnu hisyam ketika menyusun almugni banyak mengutip pemikiran beliau
·         Ibnu hisyam (w.761 H)beliau adalah ahli nahwu raksasa yang karya-karyanya banyak dikagumi oleh ulama berikutnya. Diantara karyanya itu syarah alfiyyah yang bernama audhah al-masalik yang terkenal dengan sebutan al audhah.dalam kitab ini ia banyak menyempurnakan definisi suatu istilah yang konsepnya telah disusun oleh ibnu malik,seperti definisi tentang tamyiz,ia juga banyak menrtibkan kaidah –kaidah yang satu sama lain bertemu,seperti kaidah dalam bab tashrif tentu saja,ia tidak terpaku dengan madzhab andalusia tetapi juga mengutip madzhab kufah,bashrah dan lainya. kitab ini cukup menarik sehingga banyak ulama besar yang menulis hasyiyah untuknya,antara lain putra ibnu hisyam sendiri,imam al-suyuthi,ibnu jamaah al- ainy,al karkhi,al-sa’di al-maliki al-makki,muhammad muhyiddin abdul hamid dengan tiga syarhnya terhadap kitab audahahul masalik dan yang lebih menarik lagi adalah catatan kaki (ta’liq) bagi kitab al-taudhih yang disusun oleh kholid ibn abdullah al-azhari (w. 905 H) dengan nama al-tasrih li madmun al-taudhih
·         Ibnu aqil (w.769 H) adalah ulama kelahiran aleppo dan pernah menjabat sebagai penghulu besar di mesir.karya tulisnya banyak,tetapi yang terkenal adalah syarah alfiyyah,syarah ini sangat sederhana dan mudah dicerna oleh orang-orang pemula yang ingin mempelajari Alfiyyah ibn malik.Ia mampu menguraikan bait-bait Alfiyyah secara metodologis,sehingga terungkaplah apa yang dimaksudkan oleh ibnu malik pada umumnya.syarah ibnu Aqil ini merupakan syarah Alfiyyah yang paling banyak beredar dan dipelajari oleh kaum santri di Indonesia ,terhadap Syarah ini,ulama berikutnya tampil menulis hasyiyahnya diantaranya;Hasyiyah ibn al-mayit,athiyah al-ajhuri,al-syuja’i dan muhammad al-khudhori
·         Al-asymuny (w. 929 H) bernama manhaj salik ila alfiyah ibn mlik.syarah ini sangat kaya akan informasi dan sumber kutipanya sangat berfariasi. Kitab ini dapat dinilai sebagai kitab nahwu yang paling komplit dan sempurna ,karena memasukan berbagai pendapat madzhab debgan argumentasinya masing –masing. Dalam syarah ini pendapat para penulis Syarah alfiyyah sebelumnya banyak dikutip dan dianalisa antara lain mengulas pendapat putra ibn malik ,al-muradi,ibn Aqil,al-suyuthi dan ibn hisyam bahkan dikutip pula komentar ibn malik sendiri yang dituangkan dalam syarah al-kafiyyah tetapi,tidk dicantumkan dalam Alfiyyah.semua kutipan –kutipan itu diletakan pada posisi yang tepat dan disajikan secara rapi dan sistematis,sehingga para pembaca mudah memahami dan menelusuri suatu pendapat dari sumber aslinya.kitab ini memiliki banyak hasyiyah juga antara lain ; hasyiyah hasan ibn ali al-mudabbighi,hasyiyah ahmad ibn umar al-asqathi dan hasyiyah al-shabban (4 jilid)
·         As-syathibi (w. 790 H) dengan nama kitabnya Madashid al-syafiyyah fi syarh khulashoh al-syafiyyah.kitab ini merupakan kitab syarah al-fiyyah yang paling besar.
·         Ibnu hayyan (w. 745 H) penulis kitab bahrul muhit. Beliau sempat semasa dengan ibn malik namun tidak sempat berguru dengan murid-murid ibn malik,kitab beliau bernama manhaj as-salik fi al-kalam ‘ala alfiyyah ibn malik
·         Al-makudi (w. 780 H) Beliau mensyarahi Alfiyyah dua kali; kecil dan besar,yang dicetak saat ini adalah yang kecil yang diberi nama Hasyiyah ibn hamdun.
·         Imam al-suyuthi(w. 911 H) dengan kitab mungilnya,Bahjatul Mardliyyah
·         Ibn Thulun
·         Syarah al-harowy
·         Syarah ibnu jazary
·         Dll
Selain itu ada juga yang ulama yang menulis i’rob dari nadzom alfiyyah seprti kitab Tamrin al-tulab karya Syekh khalid al azhari (w. 905 H)
Karya lain ibn malik selain kitab alfiyyah antara lain;
·   Al-kafiyyah al-syafiyyah dan syarahnya dalam bidang kaidah shorof (kitab asal khulashoh)
·   Tashil al-fawaid wa takmil al-maqoshid dan syarhnya dalam bidang nahwu
·   Ijaz al-tasrif fi ilmi al tashrif
·   Tuhfatul maudud fi al-maqshur wa al-mamdud
·   Lamiyatul af’al
·   Al-i’tidhad fi adh-dha wa azh-zha
·   Al a’lam
·   Kamalul umdah dan syarahnya
·   Fawaid al-mahwiyyah wal maqoshid al nahwiyyah
·   Qoshidah al-thaiyyah
·   Syawahid at-taudih li musykilat al-jam’i as-shahih,merupakan syarah nahwu dari 100 hadits yang ada di shahih bukhari

IBNU MALIK DAN IBNU MU’THI
Ada kisah menarik tentang penyusunan kitab alfiyyah ibnu malik,ktika beliau memulai menulis nadzomnya pada saat sampai nadzom
فائقة الفية ابن معطى
(kitab alfiyyah yang aku tulis ini) mengungguli kitab alfiyyah karya ibnu mu’thi
Kemudian beliau menambahkan lagi;
فائقة منها بالف بيت
‘’mengugguli dari alfiyyah ibnu mu’thi dengan seribu bait”
Sampai pada kalimat ini ,ibnu malik kehilangan inspirasi untuk melanjutkan nadzomnya. beliau berusaha melanjutkanya namun,hingga sampai beberapa hari belum juga bisa beliu menyempurnakan sampai pada suatu malam beliu bermimpi bertemu dengan seseorang kemudian orang itu bertanya kepada beliau; aku dengar kamu mengarang kitab alfiyyah dalam ilmu nahwu.
Beliau menjawab;’’iya benar “
Orang itu bertanya lagi; sampai pada nadzom mana engkau menulisnya?
Beliau menjawab lagi;     فائقة الفيةابن معطى
orang itu bertanya lagi;apa yang menyebabkanmu tidak menyempurnakannya?
Beliau menjawab; sudah beberapa hari aku tidak bisa melanjutkan menulis nadzom.
Orang itu bertanya lagi ; apakah kamu ingin menyempurnakanya?
‘’tentu” jawab ibnu malik
Kemudian orang itu berkata;فائقة منه بالف بيت   والحي قديغلب الف بيت
“mengungguli dari alfiyyah ibnu mu’thi dengan seribu bait”
“dan orang hidup terkadang bisa mengalahkan seribu orang mati”
Terpengarahlah ibnu malik dengan perkataan itu,
lalu beliau bertanya; apakah anda ibnu mu’thi?
‘’betul” jawab orang itu
Dan ibnu malik pun merasa malu kepada beliau.
Keesokan harinya beliau mengapus bait yang tidak sempurna itu dan mengganti dengan bait yang lain yang isinya memuji kehebatan ibnu mu’thi
Yaitu; وهو بسبق حائز تفضيلا  مستوجب ثنائي الجميلا
“beliau (ibnu mu’thi) lebih memperoleh keutamaan karena lebih awal “
“beliau berhak atas sanjunganku yang indah”
والله يقضي بهبات وافرة * لي وله في درجات الاخرة
“Semoga allah menetapkan karunianya yang luas untukku dan untuk beliau pada derajat –derajat yang tinggi di akhirat”
Ibnu mu’thi sendiri adalah al-imam Abu zakariya yahya bin Mu’thi al-Zawawi al-Maghribi.
Iahir di Maghribi dan menetap dalam masa yang cukup lama di negeri Syam (Syiria),kemudian melakukan perjalanan ke Mesir sehingga beliau wafat pada 628 H,umurnya ketika itu sekitar 64 tahun dan dikebumikan dekat dengan kuburan Imam syafi’i di Mesir
Setelah alfiyyah ibnu malik ada Imam suyuthi yang juga mengarang kitab nadzom nahwu yang melebihi alfiyyah ibnu Malik,pada muqoddimahnya beliau berkata;
فائقة الفية ابن مالك
“(alfiyyah saya ini )mengungguli alfiyyah ibnu malik”
Untuk selanjutnya masih ada ulama lagi yang mengarang nadzom nahwu yang melebihi nadzom imam suyuthi dan beliua juga berkata:
فائقة الفية السيوطي
“(alfiyyah saya ini) mengungguli dari alfiyyah imam suyuthi”
Namun kedua alfiyyah yang terakhir ini tidak sepopuler Alfiyyah ibnu Malik.
Keistimewaan Dan Keutamaan Imam Ibnu Malik
beliau adalah seorang kepala madrasah Al’adiyyah di Damaskus sedangkan muftinya pada waktu itu adalah Qodhil qudhat(hakim besar) adlah ibnu khallikan seorang ulama ahli sejarah beliau sholat di belakang imam ibnu malik dan selalu memegang tanganya kemudian diantarkan sampai keruanganya, semuanya dilakukan karena mengagungkan derajat imam ibnu malik
sebagian dari sifat wira’inya beliau tidak pernah membaca dalam keadaan hadats dan apabila membacakan ilmu kepada muridnya punggung beliau menghadap kepada muridnya dan beliau menghadap ke kiblat kerena beliau mengikuti gurunya syekh ibnu hajib
termasuk ketekunan beliau, pernah terjadi pada suatu hari beliau keluar bersama dengan sekelompok pelajar ketika sampai di tempat yang dituju dan mereka bermaksud melakukan diskusi pembahasan dan dialog ternyata mereka tidak menemukan imam ibnu malik kemudian setelah dicari ternyata beliau menyendiri dari para teman-temanya sementara beliau mengamati dedaunan untuk melakukan penelitian.


KEBIADABAN KOMUNIS / PKI di Indonesia

KEBIADABAN KOMUNIS / PKI Terjadi di beberapa daerah diantaranya: - Tegal dan sekitarnya Kekejian pertama PKI yaitu pada penghujung ta...