Minggu, 23 Juli 2017



SEJARAH LAHIRNYA ILMU NAHWU & BIOGRAFI
IMAM IBNU MALIK AL ANDALUSI









SEJARAH LAHIRNYA ILMU NAHWU
   Dikisahkan tentang sebab Abu Aswad Al duali mencetuskan ilmu ini bahwasanya, pada suatu malam beliau berada diatas rumahnya bersama dengan putrinya kemudian ia melihat langit dan bintang-bintang yang indah yang cahayanya berkilauan beserta gelapnya malam lalu ia berkata “duhai ayahku “"مَا اَحْسَنَ السَّمَاءِ (apa yang paling indah di langit?) dengan mendomahkan nun dan mengkasrohkan hamzah lalu beliau menjawab اي بنية نجومها  wahai putri kecilku bintang-bintangnya sembari beliau menyangka maksud putrinya adalah apakah sesuatu yang paling indah di langit ? namun ia menyanggah (يا ابت ما اردت هذا) duhai ayahku, aku tidak bermaksud ini (bertanya pada ayahnya) hanya saja maksudku adalah kagum kepada keindahan langit
              Maka sang ayah pun berkata : “ kalau seperti itu ucapkanlah (ما احسن السماءَ), betapa indahnya langit ‘’
               Bukalah mulutumu ( dengan mengfathahkan hamzah dan nunnya )
   Keesokan harinya beliau berangkat menuju sahabat Ali K.W  dan berkata kepadanya : “ Wahai amirul Mu’minin , telah terjadi pada anak anak kita sesuatu yang tidak kita ketahui” lalu beliaupun menceritakan tentang kisahnya dengan putrinya, maka sang kholifah pun menjawab (هذا بمخالطة العجم العرب) kejadian ini adalah sebab dari percampuran ajam ( orang yang bukan arab ) dengan orang Arab.
               Kemudian sang kholifah memerintahkan kepadanya lalu beliau pun memberi kertas / lampiran setlah beberapa hari sang Kholifah pun men-diktekan kepada beliau
 (جاء لمعنى اقسام الكلام ثلاثة اسم وفعل وحرف) Pembagian kalam ada 3 yaitu : Isim , Fi’il , Huruf yang berma’na dan sejumlah bab Ta’ajub ( Bab ungkapan kekaguman )
              Sang kholifah juga berkata kepada beliau (اُنْحُ نَحْوَ هَذَا ) Ikutilah jalan / jejak ini (makna secara bahasa) maka dari itu ilmu ini dinamakanilmu Nahwu
              Kemudian akhirnya sang kholifah mengatakan kepada Abu al-Aswad adduali :
تتبعه يا ابا الاسود وزد عليه ما وقع لك واعلم يا أبا الاسود أن الاشياء ثلاثة ظاهر ومضمر وشيئ ليس بظاهر ولا مضمر
 Susulkanlah jalan ini wahai Abu aswad, dan tambahlah sesuatu yang terjadi padamu.
             Ketahuilah wahai Abul aswad ; sesungguhnya sesuatu  perkara itu ada 3 ;)  yang nampak( ظاهر  yang tersimpan  ( مضمر )dan sesuatu yang tidak nampak dan tidak tersimpan
(ما ليس بظاهر ولا مضمر  ) hanya saja keutamaan manusia terletak pada pengetahuannya tentang sesuatu yang tak tampak dan tak tersimpan
               Beliau pun berkata “ telah aku kumpulkan sesuatu / perkara perkara dari 3 bagian itu , dan telah aku paparkan 3 bagian tersebut kepadanya ( Sang kholifah )
              Termasuk diantaranya ,
- Huruf – huruf nasab ( menasabkan isim dan merofakan khobar )
   Diantaranya : ان , أن, ليت ,لعل  danكأن . aku tidak menyebutkan لكن, lalu beliau bertanya kepadaku : لم تركتها ؟, mengapa kamu meninggalkannya ?
               Aku pun menjawabnya : aku tidak menyangkaلكن  termasuk dari huruf – huruf nashob. Lalu sang Kholifah berkata :فزدها بل هي منها , Bahkan لكن termasuk darinya (huruf-huruf Nashab) maka tambahlah لكن
           Kemudian datang kepada Abu al-aswad seseorang laki-laki yang membacakan ayat :
"ان الله بريئ من المشركين ورسوله " 
               “ Sesungguhnya Allah dan rosulnya terlepas / bebas dari orang orang yang menyekutukannya “ dengan mengkasrohkan lafadz رسوله maka dari itu beliau menetapkan Bab Athaf dan Bab Na’at.

Anjuran Belajar Lughot Arabiyah (Nahwu)
    Ketahuilah bahwa telah datng hadist hadist yang mulia dan atsar atsar yang menunjukan tentang anjuran untuk belajr lughot arabiyah (gramatika bahasa arab/tat bahasa arab )sebagian diantarnya :
- sabda nabi : ان الله لا يسمع دعاء ملحونا  sesungguhnya allah tidak mengabulkan doa yang keliru irobnya (dilahn) dan ulama tidak mengesahkan sholat di belakangnya imam yang lahn (bacaannya keliru dalam irobnya )
- juga diantaranya hadist yang diriwayatkan oleh almarhibi dari abi jafar muhamad al baqir bin ala bin husein bin ali bin abi thalib ra sesungguhnya ia telah berkata    
Rasullullah saw telah bersabda “أعربوا الكلام كي تعربوا القرآن“ indahkanlah ucapan kalian supaya kalianmengindahkan alquran
-almurhibi juga meriwayatkan dari ibnu umar ra ,dia berkata :umar lewat bertemu dengan suatu kaum yang melepaskan busur panahnya lalu keliru (tidak mengenai sasaran)kemudian beliau berkata:
 “  ماأسوأ رميكم betapa jeleknya lemparan kalian, merekapun menjawab , kita adalah orang yang belajar lalu beliau berkata :”lahn kalian (kekeliruan dalam irob) lebih buruk dari pada lemparan kalian, aku mendengar rosul saw bersabda : رحم الله امرأ أصلح من لسانه” allah mengasihi seseorang yang sikap/bagus lisan (tutur katanya)
-albaihaki meriwayat kan dari umar bin khotob radia berkata belajarlah kalian tentang sunah dan fardlu fardlu dan lahn (kesalahan dalam irob )seperti halnya kalian belajar tentang alquran
-albaihaqi juga meriwayatkan dari ibnu abbas dan ibnu umar bahwa mereka berdua memukul anak anaknya karena sebab lahn
- abu thohir meriwayatkan dari al syibi bahwa abu bakar asshidiq ra berkata sungguh bila aku membaca lahu memotong bacaanya adalah lebih aku suka dari pada aku membaca lalu keliru (lahn) dalam irobnya
- didalam kitab syu’bul imam al baihaqi meriwayatkan dari syu’bah bahwa dia berkata (syubah) telah berkata apa bila muhadits (ang ahli hadits) tidak tahu iolmu nahwu maka ia seperti himar (keledai) terdapat diatasnya kantong yang tidak ada gandumnya
- albaihaqi juga meriwayatkan dari abi al zannad dia dari ayahnya bahwa beliau (ayahnya) berkata:” tidak menjadi zindiq (pura-pura islam) orang yang telah zindiq kecuali karena bodoh tentang kalam arab (ilmu nahwu)
- ibnu mubarok berkata :” tidak diterima seseorang dari satu macam dari ilmu-ilmunya selam dia belum menghiasi ilmunya dengan arrabiyah (ilmu nahwu) atas dasr bahwa ada seorang laki-laki dan saudaranya melapor kepada ziyad tentang urusan warisan kemudian dia (laki-laki tersebut) berkata :
ان أبونا مات وان أخينا وثب على مال أبان فأكله
Lalu dijawab oleh ziyad: sesungguhnya sesuatu yang telah kamu jatuhkan dari dirimu (kehormatan) lebih berbahaya dari pada sesuatu yang telah kau jatuhkan dari hartamu . (karena kekeliruan dlm berkata)
- adapun sang qodhi (hakim) telah berkata kepadanya :                                                             لا رحم الله أباك ولا جبر عظم أخيك فم فى لعنة الله وحر سقر “ allah tidak mengasihi ayhmu dan tidak membetulkan tulang patah saudaramu, berdirilah dalam laknat allah ddan sangatlah panas neraka saqar.
- imam jalaludiin al suyuti berkat dalam kitab syarah alfiyyahnya : telah sepakat para ulama atas sesungguhnya ilmu nahwu di butuhkan dalam setiap (fan) bidang dari fan-fannya ilmu, apa lagi tafsir dan hadits maka sesungguhnya tidak diperbolehkan bagi orang yang hendak membaca kitabullah (al quran) sehingga ia menguasai arrabiyyah (bahasa arab dan gramatikanya) karena alquran itu bahasa arab dan tidak bisa memahami maksud-maksud alquran kecuali hanya dengan mengetahui kaidah-kaidah atau dasar-dasar arrabiyah sama halnya ilmu hadits
- ibnu al sholah mengatakan “seharusnya bagi muhadits (orang yang ahli hadits) tidak meriwayatkan hadits dengan bacaanya orang yang lahn (keliru dalam bacaanya atau irobnya)
Kemudian di riwayatkan dari abi dawud beliau berkata : saya mendengarkan al ashmui mengatakan bahwa sesungguhnya paling ditakutkan sesuatu yang di khawatirkan kepada orang yang mencari ilmu ketika tidak mengetahui ilmu nahwu akn masuk pada sabda nabi saw : من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار “barang siapa yang berbohong kepadaku secara sengaja maka hendaklah menempati tempatnya dari neraka “.
     Karena nabi saw tidak lahn (keliru dalam bacaanya atau irobnya) maka ketika kamu meriwayatkan hadits dari beliau lalu kamu lahn dalam meriwayatkanya maka kamu telah berbohong kepada beliau
     Telah berkata sebagian ulama : (بحر الرجز)
من فاته النحو فذاك الاخرس ٭ وفهمه فى كل علم مفلس
وقدره بين الورى موضوع ٭ وان يناظر فهو المقطوع
لا يهتدى لحكمة فى الذكر ٭ وما له فى غامض من فكر
والله سبحانه وتعالى اعلم اه شيخنا السيد عثمان شطا تلميذ المؤلف.
-orang yang meninggalkan ilmu nahwu maka orang itu adalah orang yang bisu ٭ dan kefahamanya kepada setiap ilmu bak orang yang bangkrut
-derajat pangkatnya diantara manusia direndahkan ٭ dan bila ia berdebat maka dia dibantahkan
-dia tidak menerima petunjuk pada hikmah didalam nasihatnya ٭ dan tiada fikiran baginya tentang sesuatu yang sulit
          Allah maha suci dan maha tinggi lagi maha mengetahui ,selesai
Syaikhuna assayyid utsman syatha murid penyusun (syaikh ahmad zaini dahlan)
Biografi Imam Ibnu Malik
Nama lengkap:
Ibnu malik adalah syekh al alim al-allamah jamaluddin abi abdillah muhammad ibnu abdillah ibnu malik al tha’i al jayyani al andalusi. Lahir di jayyan (jaen)daerah ini adalah sebuah kota kecil di bawah kekuasaan andalusia (spanyol)sekarang, pada tahun 600 H/1180 M dalam sumber lain mengatakan tahun 605 H/1181 M juga ada yang mengatakan beliau lahir pada tahun 597 H/1177 M dan wafat pada tanggal 18 Sya’ban,menurut qil tanggal 12 Sya’ban 672 H/1252 M dalam usia 72 tahun keterangan lain menyebutkan 75 tahun beliau dikebumikan di pemakaman umum kota Damaskus  
Negeri Andalus, sebagian ada yang membaca Andalas
   merupakan salah satu provinsi di Spanyol dengan luas wilayah kira-kira 442 km yang masuk dalam otonomi andalusia yang dulunya berada di semenanjung Iberia daerah ini terkenal karena keseburan tanah,sedikitnya hewan melata,iklim yang sedang,dan banyak buah-buahanya,apabila ditempuh dari Syam (Syiria) sekarang akan melewati  40 sungai besar dan kota-kota besar yang juga banyak jumlahnya dan benteng-benteng yang pertahanan penduduk serta desa-desa kecil yang banyak,untuk menuju kota ini memerlukan waktu sehari karena perjalananya menempuh 2 farsakh /6 mil dan melewati perairan.
   pada saat itu, negeri ini dihuni oleh kaum muslimin yang sangat cinta kepada ilmu dan mereka berpacu dalam menempuh pendidikan bahkan berpacu pula dalam mengarang buku-buku ilmiah sehingga banyak pula ilmuan islam atau ulama lahir dari negri ini selain Ibnu malik mereka juga sangat kuat sehingga musuh dari luar tidak bisa masuk apalagi menguasai mereka bahkan musuhpun takut kepada mereka,banyak musuh –musuh islam yang akhirnya minta perlindungan keamanan kepada penduduk andalusia tetapi,kekuatan meraka kian luntur lantaran terjadi kesalahfahaman diantara mereka sendiri yang sehingga satu sama lain saling membuat fitnah dan permusuhan.dan situasi seperti ini difahami oleh musuh – musuh islam yang sudah sejak lamaingin menguasai daerah yang subur ini dan permusuhan,fitnah dan konflik ini justru oleh para musuh dibuat kesempatan untuk mematahkan kekuatan kaum muslimin,mereka bisa masuk melaluibeberapa celah –celah yang kelihatan kosong dan memanfaatkan situasi konflik intern kaum muslimin dan akhirnya musuh-musuh islam itu dapat menguasai negri ini bahkan sebagian dari mereka ada yang diusir dari Andalus dan ada yang pindah ke daerah yang lain.
pada masa kecil ibnu malik menuntut ilmu di daerahnya,terutama belajar pada syaikh syalubini (w.645 H)
   Setelah menginjak dewasa,ia berangkat ke timur untuk menunaikan ibadah haji dan diteruskan menempuh belajarnya di damaskus sampai beliau mengajar dan mukim di sana.di negeri syam ini ia belajar ilmu dari beberapa ulama setempat,diantaranya:
Al syakhowi (w.643 H) ,syaikh ibnu ya’isy alhalabi (w.643 H) ,syekh hasan bin shabbah,syekh ibnu abi sharq,syekh ibnu najaz almaushili,syekh ibnu hajib,syekh ibnu amrun,syekh muhammad bin abi fadhol almursi.
    Di Damaskus dan Aleppo (halab) nama beliau mulai dikenal dan dikagumi oleh para ilmuan karena cerdas dan pemikiranya yang jernih,ia banyak menampilkan teori-teori nahwiyyah yang menggambarkan teori madzhab andalusia ,yang jarang diketahui oleh orang-orang syiria waktu itu.
Teori semacam ini banyak diiukuti olehmurid-muridnya spt,imam nawawi,ibnu alathor,almizzi,aldzahabi,alshairofi,dan qodhi al qudhot ibn jamaah.untuk menguatkan teorinya,beliau senantiasa mengambil saksi (syahid) dari teks-teks al-quran.kalau tidak didapatkan ,ia menyajikan teks alhadits kalau tidak didapatkan lagi,ia mengambil dari syair-syair sastrawan kenamaan arab,semua pemikiranya yang diproses melalui paradigmaini dituangkan dalam kitab-kitab karangannya,baik berupa nadzam (syair puitis) atau berbentuk natsar (prosa) pada umumnya,karangan tokoh ini lebih indah dari tokoh-tokoh pendahulunya.
Sarjana besar kelahiran eropa ini memiliki semangat yang besar dalam mengajarkan ilmu yang ia miliki.ketika ia menghadiri majlisnya yang kadang belum dihadiri murid-muridnya,maka beliau berdiri di jerjak jendela dan berteriak “qiro’ah,qiro’ah,arabiyah,arabiyah” (maksudya memanggil siapa siapa saja yang ingin belajar ilmu qiro’ah dan ilmu arabiyyah kepada beliau) bila ternyata tidak ada yang hadir maka berdoa dan segera pergi dengan berkata “saya tidak tau untuk membebaskan tanggunganku kecuali dengan cara ini,karena kadangkala tidak ada yang tau kalau saya duduk di sini”
Walaupun beliau ahli qiro’ah,namun tidak diketahui murid murid beliau dalam ilmu qiro’ah. ibnu jazari mengatakan”ketika beliau masuk kota aleppo (halab) banyak para ulama yang mengambil ilmu arabiyyah dari beliau,tetapi saya tidak mengetahui seseorangpun yang membaca ilmu qiro’ah di hadapanya dan saya juga tidak mempunyai sanad ilmu qiroah kepada beliau”kemunkinan besar ilmu qiro’ah beliau ajarkan di selain kota aleppo
Diantara murid –murid beliau adalah;
Syekh muhammad badrudin, putranya sendiri (w.686 H)
Imam nawawi,ibnu ja’wan,ibnu munajjy,al yunaini,bahaudin bin nuhas,syihabuddin asy-syughuri,ibnu abi fath al-ba’li,alfarizy,ibnu hazim al-azra’i,ibnu tamam at-talli,madjuddin al-anshori,ibnu atthor,’alauddin al-anshari,abu tsana’ alhalabi,abu bakar al-mizzi,ibnu syafi’,badaruddin bin jama’ah,ibnu gharim,al-birzali,ibnu harb,ash-shairofi,dll
Untuk murid beliau yaitu imam nawawi,sempat diabadikan dalam nadzom kitab alfiyyah beliau pada bait:
ورجل من الكرام عندنا
“dan seorang laki-laki dari orang – orang mulia di sisi kami” (imam nawawi)
Kitab alfiyyah ibnu malik
Salah satu kitab karya beliau yang paling tersohor adalah kitab alfiyyah,sebuah kitab yang berbentuk nadzom terdiri dari 1002 bait yang menjelaskan tentang ilmu nahwu dan shorof.kitab ini dipelajari di seluruh dunia sampai saat ini.kitab ini merupakan ringkasan dari kitab karangan beliau sendiri yaitu al-kafiyyah asy-syafiyyah yang terdiridari dari 2757 bait oleh karena itu kitab al fiyyah juga disebut dengan al khulashoh yang berarti ringkasan
Kitab ini terdiri dari 80 bab dan setiap babnya terdiri dari beberapa bait,bait yang terpanjang adalah bab Jama’taksir karena diisi 42 bait,kitab syair (puisi) memakai bahar rojaz ini dengan tujuan diantaranya:
1.      menghimpun semua permasalahan nahwu dan shorof yang penting
2.      menerangkan hal-hal yang rumit dengan bahasa yang singkat,padat dan akurat serta bisa menghimpun kaidah yang berbeda-beda,atau dengan sebuah contoh yang bisa menggambarkan suatu persyaratan yang diperlukan oleh kaidah tersebut
3.      membangkitkan perasaan senang dan semangat bagi orang yang ingin mempelajari isinya.
Diantara ulama ada yang menghimpun tulisan beliau,ternyata tulisan karyanya banyak yang berbentuk nadzom,seperti yang dikatakan imam as-suyuti dalam kitabnya Bughyat alwu’at diantara karanganya adalah nadzom al kafiyyah al syafiyyah. Kitab ini menyajikan semua informasi tentang ilmu nahwu dan shorof yang diikuti oleh komentar (syarah) yang banyak ditulis oleh para ulama setelahnya,Kitab alfiyyah yang banyak diterjemahkan  ke dalam banyak bahasa di dunia ini memeliki posisi penting dalam perkembangan ilmu nahwu,berkat kitab ini dan kitab aslinya nama beliau menjadi popular, dan pendapat beliau banyak diikuti oleh beberapa ulama,termasuk ulama yang mengembangkan ilmunya di Timur.al-raudli seorang cendikiawan besar ketika menyusun syarah al kafiyyah karya ibnu hajib,banyak mengutip mempupolerkan pendapat ibnu malik dengan kata lain perkembangan ilmu nahwu setelah ambruknya beberapa akademisi Abbasiyyah di baghdad ,maka para pelajar pada umumnya mengikuti pemikiran ibnu malik bahkan sebelum kerajaan Andalusia runtuh,pelajaran nahwu pada awalnya tidak banyak diminati masyarakat
Kitab alfiyyah ini banyak disyarahi oleh para ulama, dalam kitab kasyf al-dzunun,Haji kholifah mengatakan bahwa para ulama penulis syarah alfiyyah berjumlah lebih dari 40 orang mereka ada ada yang menulis dengan panjang lebar,ada juga yang  menulis dengan singkat (mukhtashor) dan ada pula ulama yamg tulisanya belum selesai dan ada pula yang memberikan catatan pinggir (hasyiyah) terhadap syarah-syarah alfiyyah
Kitab ini juga sengaja beliau tulis untuk putra tercintanya sebagai hadiah untuknya ada lagi yang mengatakan untuk murid kesayanganya.
Diantara syarah-syarah kitab alfiyyah adalah:
·         Syarah alfiyyah yang ditulis oleh putera beliau sendiri yaitu syekh Muhammad badruddin (w.686 H) dengan nama kitab Durrotul mudhi’ah.ini merupakan kitab syarah alfiyyah  pertama kali ditulis,syarah ini banyak mengkritik pemikiran nahwiyyah yang diuraikan oleh ayahnya,seperti kritik tentang uraian maf’ul mutlaq,tanazu’dan shifat mutasyabihat. Kritikan itu aneh tapi,putranya ini yakin bahwa tulisan ayahnya perlu ditata ulang lagi,atas dasar itu  Syekh Badruddin mengarang alfiyyah tandingan dan mengambil syahid dari ayat al-quran dari situ tampak rasional juga tetapi semua ilmuan tahu bahwa tidak semua teks alqur’an bisa disesuaikan  dengan teori-teori nahwiyyah yang sudah dianggap baku oleh para ulama.
Kritikus yang pada masa mudanya bertempat di Ba’labaik ini,sangat rasional dan cukup beralasan hanya saja ia banyak mendukung teori-teori nahwiyyah yang syadz karena itu penulis syarah alfiyyah yang muncul berikutnya seperti ibnu hisyam ,ibnu aqil,dan al asymuni banyak yang meralat alur pemikiran putra ibnu malik tadi,meskipun begitu syarah Badruddin ini cukup menerik,sehingga banyak ulama besar yang menulis hasyiyah untuknya,seperti karya ibn jama’ah (w. 819 H),al-ainy (w. 855H),Zakariya al anshori (w.1911 H),al suyuthi (w.911 H) ibn qosim al-abbadi (w.944H) dan Qadhi taqiyyudin ibn abdul qodir al-tamimy (w. 1005H).
·         Al-murodi (w. 749 H) beliau adalah murid ibnu hayyan,beliau juga menulis dua kitab syarah untuk kitab tashil alfawaid dan nadzam alfiyyah,keduanya karya ibnu malik.meskipun syarah ini tidak popular di Indonesia tetapi pendapat-pendapatnya banyak dikutip oleh ulama lain,diantaranya al-damaminy (w. 827H) seorang sastrawan besar ketika menulis syarah tashil al fawaid menjadikan karya al-murodi itu sebagai rujukan.begitu pula alasmuny ketika menyusun syarah alfiyyah dan ibnu hisyam ketika menyusun almugni banyak mengutip pemikiran beliau
·         Ibnu hisyam (w.761 H)beliau adalah ahli nahwu raksasa yang karya-karyanya banyak dikagumi oleh ulama berikutnya. Diantara karyanya itu syarah alfiyyah yang bernama audhah al-masalik yang terkenal dengan sebutan al audhah.dalam kitab ini ia banyak menyempurnakan definisi suatu istilah yang konsepnya telah disusun oleh ibnu malik,seperti definisi tentang tamyiz,ia juga banyak menrtibkan kaidah –kaidah yang satu sama lain bertemu,seperti kaidah dalam bab tashrif tentu saja,ia tidak terpaku dengan madzhab andalusia tetapi juga mengutip madzhab kufah,bashrah dan lainya. kitab ini cukup menarik sehingga banyak ulama besar yang menulis hasyiyah untuknya,antara lain putra ibnu hisyam sendiri,imam al-suyuthi,ibnu jamaah al- ainy,al karkhi,al-sa’di al-maliki al-makki,muhammad muhyiddin abdul hamid dengan tiga syarhnya terhadap kitab audahahul masalik dan yang lebih menarik lagi adalah catatan kaki (ta’liq) bagi kitab al-taudhih yang disusun oleh kholid ibn abdullah al-azhari (w. 905 H) dengan nama al-tasrih li madmun al-taudhih
·         Ibnu aqil (w.769 H) adalah ulama kelahiran aleppo dan pernah menjabat sebagai penghulu besar di mesir.karya tulisnya banyak,tetapi yang terkenal adalah syarah alfiyyah,syarah ini sangat sederhana dan mudah dicerna oleh orang-orang pemula yang ingin mempelajari Alfiyyah ibn malik.Ia mampu menguraikan bait-bait Alfiyyah secara metodologis,sehingga terungkaplah apa yang dimaksudkan oleh ibnu malik pada umumnya.syarah ibnu Aqil ini merupakan syarah Alfiyyah yang paling banyak beredar dan dipelajari oleh kaum santri di Indonesia ,terhadap Syarah ini,ulama berikutnya tampil menulis hasyiyahnya diantaranya;Hasyiyah ibn al-mayit,athiyah al-ajhuri,al-syuja’i dan muhammad al-khudhori
·         Al-asymuny (w. 929 H) bernama manhaj salik ila alfiyah ibn mlik.syarah ini sangat kaya akan informasi dan sumber kutipanya sangat berfariasi. Kitab ini dapat dinilai sebagai kitab nahwu yang paling komplit dan sempurna ,karena memasukan berbagai pendapat madzhab debgan argumentasinya masing –masing. Dalam syarah ini pendapat para penulis Syarah alfiyyah sebelumnya banyak dikutip dan dianalisa antara lain mengulas pendapat putra ibn malik ,al-muradi,ibn Aqil,al-suyuthi dan ibn hisyam bahkan dikutip pula komentar ibn malik sendiri yang dituangkan dalam syarah al-kafiyyah tetapi,tidk dicantumkan dalam Alfiyyah.semua kutipan –kutipan itu diletakan pada posisi yang tepat dan disajikan secara rapi dan sistematis,sehingga para pembaca mudah memahami dan menelusuri suatu pendapat dari sumber aslinya.kitab ini memiliki banyak hasyiyah juga antara lain ; hasyiyah hasan ibn ali al-mudabbighi,hasyiyah ahmad ibn umar al-asqathi dan hasyiyah al-shabban (4 jilid)
·         As-syathibi (w. 790 H) dengan nama kitabnya Madashid al-syafiyyah fi syarh khulashoh al-syafiyyah.kitab ini merupakan kitab syarah al-fiyyah yang paling besar.
·         Ibnu hayyan (w. 745 H) penulis kitab bahrul muhit. Beliau sempat semasa dengan ibn malik namun tidak sempat berguru dengan murid-murid ibn malik,kitab beliau bernama manhaj as-salik fi al-kalam ‘ala alfiyyah ibn malik
·         Al-makudi (w. 780 H) Beliau mensyarahi Alfiyyah dua kali; kecil dan besar,yang dicetak saat ini adalah yang kecil yang diberi nama Hasyiyah ibn hamdun.
·         Imam al-suyuthi(w. 911 H) dengan kitab mungilnya,Bahjatul Mardliyyah
·         Ibn Thulun
·         Syarah al-harowy
·         Syarah ibnu jazary
·         Dll
Selain itu ada juga yang ulama yang menulis i’rob dari nadzom alfiyyah seprti kitab Tamrin al-tulab karya Syekh khalid al azhari (w. 905 H)
Karya lain ibn malik selain kitab alfiyyah antara lain;
·   Al-kafiyyah al-syafiyyah dan syarahnya dalam bidang kaidah shorof (kitab asal khulashoh)
·   Tashil al-fawaid wa takmil al-maqoshid dan syarhnya dalam bidang nahwu
·   Ijaz al-tasrif fi ilmi al tashrif
·   Tuhfatul maudud fi al-maqshur wa al-mamdud
·   Lamiyatul af’al
·   Al-i’tidhad fi adh-dha wa azh-zha
·   Al a’lam
·   Kamalul umdah dan syarahnya
·   Fawaid al-mahwiyyah wal maqoshid al nahwiyyah
·   Qoshidah al-thaiyyah
·   Syawahid at-taudih li musykilat al-jam’i as-shahih,merupakan syarah nahwu dari 100 hadits yang ada di shahih bukhari

IBNU MALIK DAN IBNU MU’THI
Ada kisah menarik tentang penyusunan kitab alfiyyah ibnu malik,ktika beliau memulai menulis nadzomnya pada saat sampai nadzom
فائقة الفية ابن معطى
(kitab alfiyyah yang aku tulis ini) mengungguli kitab alfiyyah karya ibnu mu’thi
Kemudian beliau menambahkan lagi;
فائقة منها بالف بيت
‘’mengugguli dari alfiyyah ibnu mu’thi dengan seribu bait”
Sampai pada kalimat ini ,ibnu malik kehilangan inspirasi untuk melanjutkan nadzomnya. beliau berusaha melanjutkanya namun,hingga sampai beberapa hari belum juga bisa beliu menyempurnakan sampai pada suatu malam beliu bermimpi bertemu dengan seseorang kemudian orang itu bertanya kepada beliau; aku dengar kamu mengarang kitab alfiyyah dalam ilmu nahwu.
Beliau menjawab;’’iya benar “
Orang itu bertanya lagi; sampai pada nadzom mana engkau menulisnya?
Beliau menjawab lagi;     فائقة الفيةابن معطى
orang itu bertanya lagi;apa yang menyebabkanmu tidak menyempurnakannya?
Beliau menjawab; sudah beberapa hari aku tidak bisa melanjutkan menulis nadzom.
Orang itu bertanya lagi ; apakah kamu ingin menyempurnakanya?
‘’tentu” jawab ibnu malik
Kemudian orang itu berkata;فائقة منه بالف بيت   والحي قديغلب الف بيت
“mengungguli dari alfiyyah ibnu mu’thi dengan seribu bait”
“dan orang hidup terkadang bisa mengalahkan seribu orang mati”
Terpengarahlah ibnu malik dengan perkataan itu,
lalu beliau bertanya; apakah anda ibnu mu’thi?
‘’betul” jawab orang itu
Dan ibnu malik pun merasa malu kepada beliau.
Keesokan harinya beliau mengapus bait yang tidak sempurna itu dan mengganti dengan bait yang lain yang isinya memuji kehebatan ibnu mu’thi
Yaitu; وهو بسبق حائز تفضيلا  مستوجب ثنائي الجميلا
“beliau (ibnu mu’thi) lebih memperoleh keutamaan karena lebih awal “
“beliau berhak atas sanjunganku yang indah”
والله يقضي بهبات وافرة * لي وله في درجات الاخرة
“Semoga allah menetapkan karunianya yang luas untukku dan untuk beliau pada derajat –derajat yang tinggi di akhirat”
Ibnu mu’thi sendiri adalah al-imam Abu zakariya yahya bin Mu’thi al-Zawawi al-Maghribi.
Iahir di Maghribi dan menetap dalam masa yang cukup lama di negeri Syam (Syiria),kemudian melakukan perjalanan ke Mesir sehingga beliau wafat pada 628 H,umurnya ketika itu sekitar 64 tahun dan dikebumikan dekat dengan kuburan Imam syafi’i di Mesir
Setelah alfiyyah ibnu malik ada Imam suyuthi yang juga mengarang kitab nadzom nahwu yang melebihi alfiyyah ibnu Malik,pada muqoddimahnya beliau berkata;
فائقة الفية ابن مالك
“(alfiyyah saya ini )mengungguli alfiyyah ibnu malik”
Untuk selanjutnya masih ada ulama lagi yang mengarang nadzom nahwu yang melebihi nadzom imam suyuthi dan beliua juga berkata:
فائقة الفية السيوطي
“(alfiyyah saya ini) mengungguli dari alfiyyah imam suyuthi”
Namun kedua alfiyyah yang terakhir ini tidak sepopuler Alfiyyah ibnu Malik.
Keistimewaan Dan Keutamaan Imam Ibnu Malik
beliau adalah seorang kepala madrasah Al’adiyyah di Damaskus sedangkan muftinya pada waktu itu adalah Qodhil qudhat(hakim besar) adlah ibnu khallikan seorang ulama ahli sejarah beliau sholat di belakang imam ibnu malik dan selalu memegang tanganya kemudian diantarkan sampai keruanganya, semuanya dilakukan karena mengagungkan derajat imam ibnu malik
sebagian dari sifat wira’inya beliau tidak pernah membaca dalam keadaan hadats dan apabila membacakan ilmu kepada muridnya punggung beliau menghadap kepada muridnya dan beliau menghadap ke kiblat kerena beliau mengikuti gurunya syekh ibnu hajib
termasuk ketekunan beliau, pernah terjadi pada suatu hari beliau keluar bersama dengan sekelompok pelajar ketika sampai di tempat yang dituju dan mereka bermaksud melakukan diskusi pembahasan dan dialog ternyata mereka tidak menemukan imam ibnu malik kemudian setelah dicari ternyata beliau menyendiri dari para teman-temanya sementara beliau mengamati dedaunan untuk melakukan penelitian.


KEBIADABAN KOMUNIS / PKI di Indonesia

KEBIADABAN KOMUNIS / PKI Terjadi di beberapa daerah diantaranya: - Tegal dan sekitarnya Kekejian pertama PKI yaitu pada penghujung ta...