Senin, 25 September 2017

KEBIADABAN KOMUNIS / PKI di Indonesia

KEBIADABAN KOMUNIS / PKI
Terjadi di beberapa daerah diantaranya:
- Tegal dan sekitarnya
Kekejian pertama PKI yaitu pada penghujung tahun 1945, tepatnya oktober. Di kota ini, ada seorang pemuda PKI di slawi, tegal, jawa tengah, berjuluk Kutil (nama asli Sakyani), telah menyembelih seluruh pejabat pemerintah disana. Kutil juga melakukan penyembelihan besar-besaran di brebes dan pekalongan. Si Kutil mengarak Kardinah (adik kandung RA Kartini) keliling kota dengan sangat memalukan, syukurlah ada yg sempat menyelamatkan Kardinah, tepat beberapa saat sebelum Kutil memutuskan mengeksekusi Kardinah.

- Kota Lebak, Banten
Kekejian datang dari Ce'Mamat, pimpinan gerombolan PKI dari Lebak (Banten) yg merencanakan menyusun pemerintahan model Uni Soviet. Gerombolan Ce'Mamat berhasil menculik dan menyembelih bupati Lebak R.Hardiwinangun di jembatan sungai Cimancak pada tanggal 9 desember 1945.

- Jakarta, Jalan Oto Iskandar Dinata di selatan kampung melayu.
Ingatlah kisah pembunuhan tokoh nasional Oto Iskandar Dinata yg dihabisi secara keji oleh laskar hitam ubel-ubel dari PKI, pada desember 1945.

- Sumatera Utara
ternyata banyak menyimpan kisah miris. Sebab PKI juga menumpas habis seluruh keluarga (termasuk anak kecil) Istana Sultan Langkat Darul Aman di tanjung pura, pada maret 1946, serta merampas harta benda milik kerajaan. Dalam peristiwa ini, putra mahkota kerajaan Langkat, Amir Hamzah (banyak dikenal sebagai penyair), ikut tertumpas. Tak ada lagi penerus kerajaan Langkat.

- Dibelahan lain Sumatra, pematang siantar
PKI menunjukkan kebrutalannya. Pada 14 mei 1965, PKI melakukan aksi sepihak menguasai tanah-tanah negara. Pemuda Rakyat, Barisan Tani Indonesia (BTI), dan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) melakukan penanaman secara liar di areal lahan milik Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Karet IX bandar betsi. Pembantu letnan dua yg sedang ditugaskan di perkebunan kebetulan menyaksikan aksi perilaku anggota PKI tersebut. Sudjono pun memberi peringatan agar aksi dihentikan. Anggota PKI bukannya pergi, justru berbalik menyerang dan menyiksa Sudjono. Akibatnya, Sudjono tewas dengan kondisi yg amat menyedihkan.

- Berbagai kota di jawa timur
Kekejian di jawa timur, yaitu saat Gubernur Jawa Timur RM Soerjo, pulang dari lawatan menghadap Soekarno. Di tengah jalan, mobil Gubernur Soerjo bersama dua pengawalnya dicegat pemuda rakyat PKI, lalu diseret menggunakan tali sejauh 10 kilometer hinga meregang nyawa, lalu mayatnya dicampakkan di tepi kali.

- Madiun
PKI menusuk dubur banyak warga desa Pati dan Wirosari (Madiun) dengan bambu runcing. Lalu, mayat mereka ditancapkan di tengah-tengah sawah, hingga mereka kelihatan seperti pengusir burung pemakan padi. Salah C diantaranya wanita, ditusuk kemaluannya sampai tembus ke perut, juga ditancapkan ke tengah sawah.

- Magetan
Algojo PKI merentangkan tangga melintang di bibir sumur, kemudian bupati magetan dibaringkan diatasnya. Ketika telentang terikat itu, algojo mengggergaji badannya sampai putus dua, lalu langsung dijatuhkan ke dalam sumur.

- Kyai Sulaiman dari Magetan ditimbun di sumur Soco bersama 200 orang santri lainnya, sembari tetap berdzikir, pada september 1948.

- Kyai Imam Musyid Takeran yg hilang tak tentu rimbanya, genangan darah setinggi mata kaki di pabrik gula gorang gareng, ayah dari Sumarso Sumarsono yg disembelih dibelakang pabrik gula, baru ketemu rangka tubuhnya setelah 16 tahun. Bahkan para PKI mengadakan pesta daging bakar Ulama dan santri di lumbung padi.

- Kisah Isro yg sekarang menjadi guru di jawa timur Ketika dulu masih berumur 10 tahun pada tahun 1965, Isro hanya bisa memunguti potongan-potongan tubuh ayahnya yg sudah hangus dibakar PKI di pinggir sawah dan hanya bisa dimasukkan ke dalam kaleng.

- Blora
pasukan PKI menyerang markas Kepolisian Distrik Ngawen pada 18 september 1948. Setidaknya, 20 orang anggota polisi ditahan. Namun, ada 7 polisi yg masih muda dipisahkan dari rekan-rekannya. Setelah datang perintah dari Komandan pasukan PKI Blora, mereka dibantai pada tanggal 20 september 1948. Sementara, 7 orang polisi muda dieksekusi secara keji. Ditelanjangi, kemudian leher mereka dijepit dengan bambu. Dalam kondisi terluka parah 7 orang polisi dibuang ke dalam kakus/jamban (WC) dalam kondisi masih hidup, baru kemudian ditembak mati.

- Desa Kresek, Kecamatan wungu, Dungus
PKI membantai hampir semua tawanannya dengan cara keji. Para korban dtemukan dengan kepala terpenggal dan luka tembak. Di antara para korban, ada anggota TNI, polisi, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan Ulama.

- Wonogiri, Jawa Tengah
ternyata akrab dengan amis darah kekejian PKI yg menculik pejabat pemerintahan, TNI, Polisi, dan Wedana. Semua dijadikan santapan empuk PKI di sebuah ruangan bekas laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomoyo. Saat itu PKI menyekap 212 orang, kemudian dibantai satu per satu dengan keji pada 4 oktober 1948.

- Kecamatan Kras, Kediri
Training Pelajar Islam Indonesia tanggal 13 januari 1965, diserang oleh PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia). Massa komunis ini menyiksa dan melakukan pelecehan seksual terhadap para pelajar islam perempuan. Tidak hanya sampai disitu, massa PKI pun menginjak-injak al-Qur'an. Mereka pun memiliki pertunjukan Ludruk dari LEKRA dengan lakon "Matinya Gusti Allah", dan berbagai lakon lain yg biadap dan tak bisa dimaafkan.

- Lubang Buaya Jakarta
adalah bukti otentik aksi kejam PKI dengan gerakan 30 September 1965. Tidak tanggung-tanggung 6 orang jenderal (Letjen TNI A.Yani, Mayjen TNI Soeprapto, Mayjen TNI MT Hardjono, Mayjen TNI S.Parman, Brigjen TNI DI. Panjaitan, Brigjen TNI Soetodjo Siswomiharjo), ditambah Lettu Piere Andries Tendean, dimasukkan kedalam sumur. Para Gerwani dan Pemuda Rakyat bersorak dan bergembira ria melihat para jenderal dimasukkan ke dalam sumur lubang buaya di Jakarta Timur.

- Semua negara Komunis di dunia ini melakukan pembantaian dan penyembelihan kepada rakyatnya sendiri. 500.000 rakyat Rusia dibantai Lenin (1917-1923), 6.000.000 petani kulak Rusia dibantai Stalin (1929), 40.000.000 dibantai Stalin (1925-1953), 50.000.000 penduduk rakyat cina dibantai Mao Tse Tung (1947-1976), 2.500.000 rakyat Kamboja dibantai Pol Pot (1975-1979), 1.000.000 rakyat eropa timur diberbagai negara dibantai rezim Komunis setempat dibantu Rusia Soviet (1950-1980), 150.000 rakyat Amerika Latin dibantai rezim komunis disana, 1.700.000 rakyat diberbagai negara di Afrika dibantai rezim Komunis, dan 1.500.000 rakyat Afghanistan dibantai Najibullah (1978-1987).

- Barangkali, jika waktu itu komunisme berhasil menguasai negeri ini, kita tak akan bisa membaca karya-karya sastra relijius milik Hamka, Taufiq Ismail, dan lain-lain. Karena, Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) yg dikomandani oleh Pramoedya Ananta Toer, sempat menuding Hamka sebagai plagiator atas novelnya yg berjudul Tenggelamnya Kapal Van der Wijk. Tekanan politik terhadap karya-karya non-komunis dilakukan oleh LEKRA. Hujatan-hujatan terhadap sastrawan anti-LEKRA terus dilakukan. Penyair Chairil Anwar (pelopor angkatan 45) juga digugat dan dinilai sudah tidak punya arti apa-apa. Bahkan, buku-buku sastra karya sastrawan anti-LEKRA dibakar.

Bagaimanapun, kelompok Palu Arit ini telah dua kali melakukan kudeta dengan keji. Mereka menyembelih para santri, para Kyai, para agamawan, para penjaga NKRI yg menolak paham kiri.

(Di tulis oleh Abdurrahman Wardah yang diambil dari buku Ayat-ayat yang Disembelih, Sejarah Banjir darah para Kyai, Santri, dan penjaga NKRI oleh aksi-aksi PKI. Penerbit Cordoba, tahun 2015. Anab Afifi dan Thowaf Zuharon).

Selasa, 19 September 2017

sejarah penulis fathul mu'in

Fathul Mu'in: Kitab Karya Ulama Shufi yang sangat Barokah
oleh: kang EMHA elfaza
Dikalangan santri, terutama para pemerhati Turots Islami tentunya tidak asing lagi sebuah kitab yang bernama Fathul Mu’in, sebuah kitab yang dikarang oleh seorang Ulama yang begitu Alim dan tokoh Shufi yang terkenal manjur Do'anya yaitu Syeh Zainuddin bin Muhammad al Ghozaly al Malibary .
Kitab Fathul Mu'in merupakan salah satu karya monumental ulama muta’akhirin dari kalangan Syafi’iyah yang menjadi standar kitab bagi pesantren di Indonesia. Bahkan di beberapa pesantren, kitab tersebut sebagai tolok ukur santri dalam penguasaan kitab Salaf. Sebuah Kitab kecil yang banyak sekali memiliki keunggulan dibanding kitab-kitab lain dan diajarkan hampir di semua pesantren yang berhaluan Ahli Sunnah syafi’iyah di Dunia terutama di negeri ini.
Kitab Fathul Mu'in adalah Kitab Syarah Qurrotul 'Ain Fi Muhimmatu al Din, sebuah Syarah yang menjelaskan ma'na murod, menghasilkan maksud dan menjelaskan bebarapa faidah, sebagaimana di jelaskan dalam muqoddimah kitab tersebut.
Kitab Qurrotul 'Ain sendiri merupakan karya Syeh Zaenudin al Malibari sendiri, sebuah kitab yang sangat barokah, sebagaimana pengakuan dari Syeh Bakri Satho dalam Hasyah I'anahnya, karena kitab ini telah di do'akan oleh pengarangnya yang mustajab do'anya supaya kitab ini membawa manfaat bagi para pembacanya

Biografi Zainuddin Al-Malibari pengarang kitab Fathul Muin

Nama: Syaikh Zainuddin bin ‘Abdul ‘Aziz bin Zainuddin bn ‘Ali Al Malibari Al Fannani Asy Syafi’i.
Nama lain: Makhdum Thangal, Zainuddin Al Tsani
Tempat lahir: Malabar, India Selatan
Tanggal lahir: tidak diketahui
Tanggal wafat: 972 H atau 987 H / 1579 M
Tempat wafat: Funnan / Ponani, Indian
Karya tulis:
1. Qurratul ‘Ain ( Fiqih syafi’i lengkap yang masih berbentuk matan).

2. Fathul Mu’in , adalah syarah dari kitab Qurratul ‘ain yang disyarahkan langsung oleh pengarang sendiri , hal ini biasa dilakukan para ulama’ diantaranya imam zakariyah al-Ansari (W. 925 H ) terhadap kitabnya Fathul Wahhab dan Tuhfatut Tullab . kitab fathul mu’in banyak mendapat perhatian ulama’ untuk menjelaskannya , setidaknya ada 2 khasiyah yang ada saat ini yaitu kitab I’anah At-Tolibin yang terdiri dari 4 jilid tebal , karya syaikh abu bakar syata ( W. 1310 H), dan kitab tarsyihul mustafidin karya syaikh sayyid alawi assaqqof (W. 1335 H) .

3. Irsyadul ‘Ibad Ila sabilirrosyad isinya tentang masalah fiqih , nasehat dan hikayat ,syarah dari kitab ini adalah Manahijul Imdad setebal 2 jilid , karya ulama’ indonesia syaikh ihsan bin dahlan al-jampesi (W. 1952 M). terkait tentang hadits-hadits di kitab irsyadul ibad saat ini sudah di tahqiq oleh seorang ulama’ muda asal indonesia syaikh badrian murid dari syaikh nuruddin marbau al-banjari al-makki yang diterbitkan ma’had zain litafaqquh fiddin untuk pertama kali tahun 2010 M .

4. Al-Isti’dad lil Maut Wasu’al Qubur , isinya tentang persiapan bekal sebelum mati dan dahsyatnya pertanyaan qubur , kitab ini sudah banyak terjemahannya .

5. Tuhfah Al-Mujtahidi fii Ba’adh Akhbar Al-Burtughali (dalam bidang sejarah).

Tak banyak riwayat yang menjelaskan ketokohan dari Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al-Malibari, ulama asal Malabar, India Selatan ini. Kalau ada, itu hanya sebatas mengungkapkan keterangannya dalam berbagai karya yang ditulisnya.

Tak diketahui secara persis, kapan Syekh Zainuddin Al-Malibari lahir. Bahkan, wafatnya pun muncul berbagai pendapat. Ia diperkirakan meninggal dunia sekitar tahun 970-990 H dan di makamkan di pinggiran kora Ponani, India.

Syekh Zainuddin Al-Malibari merupakan keturunan bangsa Arab. Ia dikenal pula dengan nama Makhdum Thangal. Julukan ini dikaitkan dengan daerah tempat dirinya tinggal. Ada yang menyebutny dengan nama Zainuddin Makhdum, atau Zainuddin Thangal atau Makhdum Thangal. Julukan ini mencerminkan keutamaan dan penghormatan masyarakat setempat kepada dirinya.

Masjid Agung Ponani atau Funani, adalah masjid Agung yang pertama kali dibangun oleh Makhdum Thangal. Ia termasuk seorang ulama yang mengikuti madzhab Syafi’i. Tidak seperti masjid masa kini, Masjid Agung Ponani ini menggabungkan arsitektur lokal dengan arsitektur Hindu. Hal ini dikarenakan, Islam masuk ke India yang dibawa oleh pedagang Arab yang datang melalui laut dan diterima oleh raja-raja Hindu setempat. Makam Syekh Zainuddin Al-Malibari terletak di samping masjid.

Tak hanya arsitektur masjid, masyarakat Muslim di India ini juga mengadopsi gaya bangunan, pakaian dan makanan dengan menyesuaikan pada kondisi yang ada.

Syekh Zainuddin Al-Malibari, selain dikenal sebagai ulama fikih, ia juga dikenal sebagai ahli tasawuf, sejarah dan sastra. Karyanya Fath al-Mu’in (Pintu Pertolongan), adalah syarah (komentar) atas kitab Qurrat al-Ayn Hidayat al-Azkiya ila Thariq al-Auliya, serta Irsyad Al-Ibad ila Sabili al-Rasyad, dan Tuhfat al-Mujahidin.

Seperti kebanyakan ulama lainnya, Syekh Zainuddin Al-Malibari juga dikenal sebagai ulama yang sangat tegas, kritis, konsisten, dan memiliki pendirian yang teguh. Ia pernah menjadi seorang hakim dan penasehat kerajaan, dan diplomat.

***

Penyusun Fathul Mu’in ini lahir dan besar di lingkungan keluarga ulama. Ayahnya, Syaikh Abdul Aziz, adalah seorang ulama kenamaan yang juga memiliki karya yang dikenal di dunia Islam. Karya­nya antara lain kitab Irsyadul Alba’ dan Maslakul Adzkiya’, keduanya syarah atas kitab Hidayatul Adzkiya’, yang ditulis oleh ayahandanya sendiri, Syaikh Zainuddin bin Ali, yang dikenal dengan julukan “Zainuddin Al Awwal”.

Syaikh Zainudin bin Ali atau Zainuddin Al-Awwal sendiri adalah juga ulama besar yang karya-karyanya menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia. Karyanya yang paling termasyhur antara lain kitab Hidayatul Adzkiya’, yang disyarah oleh banyak ulama sete­lah­nya, di antaranya oleh Sayyid Bakri bin Muhammad Syatha dalam kitabnya yang berjudul Kifaytul Atqiya’ wa Min­haj al-Ashfiya’ Syarh ‘ala Hidayah al-Adz­kiya’.

Syaikh Zainuddin bin ‘Abdul ‘Aziz Al Malibari atau yang dikenal dengan “Zainuddin Ats Tsani” ini merupakan keturunan bangsa Arab. Beliau dikenal pula dengan julukan “Makhdum Thangal”. Ju­lukan ini dikaitkan dengan daerah tempat dirinya tinggal. Ada juga yang menyebutnya dengan nama “Zainuddin Makh­dum”, atau “Zainuddin Thangal”. Julukan ini men­­­cerminkan keutamaan dan peng­hor­mat­an masyarakat setempat kepada dirinya.
Sebagai ulama yang memiliki keluhuran ilmu, Syaikh Zainuddin Al-Malibari menyajikan pemahaman dan pemikirannya tentang agama ke dalam berbagai kitab. Mulai dari bidang aqidah, fiqih, tasawwuf, sejarah, hingga sastra.
Syeh Zeinuddin al Malibari merupakan ulama' yang di lahirkan di daerah Malabar, India Selatan. Tak diketahui secara persis, kapan Syekh Zainuddin Al-Malibari lahir. Bahkan, wafatnya pun muncul berbagai pendapat. Beliau diperkirakan meninggal dunia sekitar tahun 970-990 H dan di makamkan di pinggiran kota Ponani, India. Tepatnya terletak di samping masjid Agung Ponani atau Funani.
Beliau adalah cucu dari Syeh Zeinuddin bin Ali pengarang kitab Hidayatul Adzkiya' (I'anah I/151), sejak kecil, Syeh Zaenuddin al malibari telah terdidik oleh keluarga agamis, selain sekolah di al Madrasy yang didirikan oleh kakek beliau, beluau juga berguru kepada beberapa Ulama' Arab, termasuknya adalah Ibnu Hajar al Haitami dan Ibnu Ziad.
Perlu di ketahui, bahwa sesungguhnya nama ayah beliau bukanlah Abdul Aziz sebagaimana tertulis dalam kitab I'anatut Tholibin (I'anah I/7), melainkan nama ayahnya adalah Muhammad al Ghozali, dan Abdul Aziz adalah paman beliau sebagaimana pengakuan beliau dalam Muqoddimah Kitab al Ajwibah . Dan penggunaan paman sebagai Ayah adalah hal yang sangat lumrah.
Syekh Zainuddin Al-Malibari, selain dikenal sebagai ulama fikih yang mengikuti madzhab Syafi'i, beliau juga dikenal sebagai ahli tasawuf, sejarah dan sastra. Beliau mempunya beberapa karya dalam beberapa literarur Ilmu, dan di antara karya-karya beliau adlah Fath al-Mu’in syarah atas kitab karyanya sendiri Qurrat al-Ayn Fi Muhimmati al Din, Hidayat al-Azkiya ila Thariq al-Auliya, serta Irsyad Al-Ibad ila Sabili al-Rasyad, dan Tuhfat al-Mujahidin.
Seperti kebanyakan ulama lainnya, Syekh Zainuddin Al-Malibari juga dikenal sebagai ulama yang sangat tegas, kritis, konsisten, dan memiliki pendirian yang teguh. Ia pernah menjadi seorang hakim dan penasehat kerajaan, dan diplomat.

Manhaj kitab.
Kitab Fathul Mu’in ini tak jauh beda dengan kitab-kitab fiqh yang lain, yaitu membahas semua permasalahan Fiqhiyah, mulai dari Ubudiyah, Mu’amalah, Munakahah dan juga Jinayah dengan di klasifikasikan sesuai dengan bab-babnya.
Tapi dalam kitab fathul Mu'in ini, terkadang tidak menyebutkan sebuah pembahasan yang sebenarnya sangat penting untuk di sebutkan, sehingga, sering sekali Syeh Abu Bakar al Syatho dalam Hasyiyah I'anatu al Tholibin mengkritik tentang tidak adanya penyebutan tersebut, sebagaimana dalam permasaahan Ijtihad (I'anah I/45) Istihadloh (I'anah I/90), Istikhlaf (I'anah II/111) Ju'alah (I'anah III/146), atau penyebutan yang kurang sempurna. Bahkan ada sebuah masalah yang telah di sebutkan dalam judul ternyata tidak masuk dalam pembahasan, yaitu masalah menjual buah-buahan "Bai'u al Tsimar".
Hal di atas karena permasalahan tersebut di anggap tidak penting oleh pengarang, karena jarang terjadi pada masa itu atau kurang diperhatikan di kalangan awam, hal itu tercermin dari jawaban beliau ketika ditanya "kenapa hanya sedikit membahas tentang Haid (tidak membahas Istihadloh)? Beliau menjawab: "orang laki-laki tidak haid, dan orang perempuan tidak bertanya". Dari jawaban beliau di atas, memnunjukkan bahwa beliau mengarang kitab fathul Mu'in memang di peruntukkan oleh orang-orang yang membutuhkan, bukan sekedar untuk di kaji.
Jika kitab-kitab Fiqh biasanya memulai pembahasan dengan Kitab Thoharoh, sebagai intrumen penting sebelum melakukan Ibadah Sholat, tetapi kitab Fathul Mu’in ini mengawali pembahasan langsung ke Kitab Sholat, sebagai Ibadah yang paling fital dalam agama Islam, dengan Mangawali pembahasan Sholat, secara otomatis juga membahas Thoharoh, karena Sholat tidak akan Shah kecuali dengan Thoharoh.
Dalam pembahasan Sholat, kitab ini lebih enak untuk di telaah, karena dalam membahas kaifiyah atau tata cara Sholat, kitab Fathul Mu’in ini lebih runtut di banding dengan kitab lain, karena dalam penyebutan, tidak di klasifikasikan sesuai dengan Fardlu dan Sunahnya, melainkan di sebutkan sesuai dengan letak kaifiyah itu, metode seperti ini juga di terapkan dalam pembahasan Haji dan Umroh.
Terkadang dalam kitab ini juga terjadi pengulangan pembahasan, sebagaimana dalam masalah membaca keras didalam masjid, masalah ini sempat di bahas dua kali yang pertama pada Fashl Fi Shifati Sholat dan pada Fasl Fi Sholati al Jama'ah. Mungkin hal ini untuk lebih memperjelas masalah yang ada, terbuki, dalam pembahasan yang kedua, beliau lebih memerinci pembahasan dengan menampilkan perkhilafan antara Imam Nawwawi dan Ibnu Hajar.
Dalam kitab Fathul mu'in ini juga terdapat banyak sekali praktek perselisihan (mukhosamah), baik dalam bab Mu'amalah maliyah atau dalam Bab Munakahah, yang sebenarnya jika kita teliti, pembahasan antara yang satu dan lain tidaklah jauh berbeda. Hal ini di dasari oleh banyaknya kejadian Mukhoshomah pada masa itu atau karena itu merupakan perkara yang trend di kalangan pelajar dan banyak ditanyakan pada ulama'. Walaupun begitu, pengarang tetap berusaha menampilkan hal-hal tersebut dengan ibarat yang sangat ringkas tetapi tetap mengena.
Dan termasuk keistimewaan kitab Fathul Mu'in ini adalah menyebutkan beberapa perkhilafan di antara ulama' dan di ambil dari kitab-kitab mereka yang mu'tabar dengan mentarjih pendapat mereka baik secara Shorih/jelas atau malah melatih kecerdasan pembaca dengan hanya memberikan Isyarat atau ibarat yang samar. Dan kebanyakan, pendapat yang diikuti oleh pengarang adalah pendapat guru belau yaitu Syeh Ibnu Hajar al Haitamy, dan guru inilah yang di kehendaki ketika pengarang menyebut Guruku (Syekhuna).
Penggunaan Istilah Syekhuna untuk sang maha guru yaitu Ibnu Hajar, ini memunjukkan betapa beliau sangat menghormati gurunya ini dan mengenggapnya sebagai orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan intelektual beliau.

Kesimpulan
Kitab fathul Mu'in ini adalah kitab yang sangat barokah sekali, dengan format dan manhaj yang ditawarkan tentunya mempunyai sebuah rahasia yang tidak bisa di mengerti oleh orang lain. Sehingga banyak sekali ulama' yang mengaguminya, bahakan ada yang mengatakan bahwa kitab fathul Mu'in ini adalah Kitab al Tuhfah al Tsani atau Kitab Tuhfah yang kedua, selain karena pengarang adalah murid dari pengarang kitab Tuhfah, juga karena kitab Fathul Mu'in ini juga banyak sekali mengadopsi masalah dari kitab al Tuhfah.
Tulisan ini bukanlah untuk mengkritik atau mencari kesalahan-kesalahan yang ada, walaupun secara gamblang pengarang memperbolehkan siapapun untuk mengoreksi kitab beliau asal dengan cara yang tepat, tapi bagaimana pun kita tetap harus berbaik sangka dengan pengarang, karena hanya dengan itu kita bisa mengambil manfaat:
وكل من لم يعتقد لن ينتفع

Dan tulisan ini hanya bentuk analisa dari penulis dengan digabungkan dengan literatur yang kami miliki, jadi bila terjadi kesalahan dalam analisa kami mohon untuk koreksi bersama.
Pengertian dan Perbedaan Naluri, Insting, Feeling, Firasat, Intuisi, Nurani, Emosi, Inspirasi, Ilham
A. Naluri 
Naluri ialah pembawaan alami yang tidak disadari atau tidak perlu dipelajari karena memang sudah bawaan (fitrah atau kodrat) dari Allah Sang Pencipta, yang mendorong untuk berbuat sesuatu, dan terdapat pada semua jenis makhluk hidup, baik itu hewan maupun manusia. Biasanya kata naluri digunakan untuk menunjuk sesuatu berupa pembawaan khas suatu makhluk atau berupa kasih sayang induk pada anaknya.

Contoh: Naluri keibuan ataupun naluri kebapakan akan muncul dengan sendirinya; Secara naluri seorang ibu pasti memiliki kasih sayang dan ikatan batin dengan anaknya; Sepasang suami-istri secara naluri pasti akan melakukan hubungan badan meski mereka tidak pernah mempelajarinya; Secara naluri laki-laki tertarik dengan perempuan, begitu pula sebaliknya; Secara naluri induk ayam akan melindungi anaknya; Secara naluri laki-laki memiliki sifat maskulin, sedangkan wanita memiliki sifat feminin; dan sebagainya.
B. Insting
Insting hampir sama dengan naluri, dimiliki manusia dan juga hewan. Bedanya, kata insting lebih sering dipakai untuk menunjuk kemampuan khusus tertentu pada hewan atau manusia. Misalnya: Taekwondoin tersebut memiliki insting yang tajam dalam mengantisipasi serangan lawan; Petinju itu memiliki insting bertinju di atas rata-rata lawannya; Pesilat itu mengandalkan insting hewaninya untuk menumbangkan lawannya; Anjing pelacak polisi memiliki insting yang sangat tajam dalam mencari sesuatu; Pada diri manusia ada insting hewani yang harus dikendalikan dengan benar; dan lain-lain. 
C. Feeling
Feeling merupakan kata dalam bahasa Inggris yang sudah lazim dipakai oleh orang Indonesia, meskipun dalam KBBI tidak atau belum terdaftar. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kata feeling bisa berarti perasaan, dari kata dasar feel yang artinya merasa. Kata feeling juga sering digunakan untuk menunjuk suatu prediksi atau perkiraan. 
Contoh: Pada saat mengendarai atau memarkir mobil, harus punya feeling yang tepat agar tidak nabrak; Magician itu feeling-nya sangat tepat ketika menebak suatu angka; Kalau membuat tabel pakai feeling (perasaan) donk, biar nggak menceng-menceng kayak gini; dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain
D. Firasat
Firasat adalah suatu perasaan atau kata hati yang muncul sebelum terjadinya sesuatu. Firasat hanya dimiliki pada manusia, tidak pada hewan. Dalam KBBI dijelaskan bahwa perasaan akan terjadinya sesuatu tersebut, muncul setelah melihat adanya indikasi, keadaan, ataupun gelagat. Sebenarnya penjelasan tersebut ada benarnya namun kurang tepat, karena firasat seseorang bisa saja terjadi tanpa melihat ada indikasi sebelumnya. 
Misalnya: Firasat dari seorang ibu akan terjadi kecelakaan pada anaknya dengan mengatakan, “Perasaan saya koq nggak enak?” Atau firasat seorang ibu terjadi hal yang buruk pada anak atau suaminya setelah ada indikasi, yaitu gelas pecah, terkena irisan pisau saat memasak; Firasat seorang ulama pada saat berdzikir akan terjadinya sesuatu; dan sebagainya.
E. Intuisi
Intuisi, makna atau penggunaan kata intuisi beda tipis dengan firasat dan feeling. Dalam KBBI, intuisi diartikan dengan kemampuan untuk mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan dan dipelajari, diartikan juga dengan bisikan hati atau gerak hati. Perbedaannya dengan firasat atau feeling, kata intuisi lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang bersifat metafisika atau di luar jangkauan rasional, biasanya dipakai untuk menyebut indera keenam. 
Contoh: Kemampuan intuisi yang dimiliki anak indigo sangat tepat dalam memprediksi terjadinya suatu peristiwa; Pengusaha itu lebih banyak menggunakan kekuatan intuisinya dalam mengambil sebuah keputusan daripada menggunakan logikanya; Pesulap itu mempertunjukkan kemampuan intuisinya di hadapan ribuan penonton. 
F. Nurani
Nurani adalah perasaan atau lubuk hati terdalam yang selalu membisikkan dan mendorong pada kebaikan. Kata nurani biasanya disejajarkan dengan hati, sehingga menjadi hati nurani. Karena memang nurani erat kaitannya dengan hati (perasaan). Nurani selalu menunjuk pada hal-hal yang positif, berbeda dengan hati atau perasaan yang bisa digunakan untuk sesuatu yang positif ataupun negatif. Misalnya: kebusukan hati, ketenangan hati, perasaan bahagia, perasaan dengki, dan sebagainya. 
G. Emosi
Kata emosi, dalam KBBI dimaknai dengan beragam arti: (1) sebagai luapan perasaan yang dapat berkembang dan surut dalam waktu singkat, (2) keadaan psikologis, seperti marah, gembira, sedih, rindu, dll., (3) perasaan marah, (4) getaran jiwa. Pemaknaan tersebut bisa benar bisa juga salah, tergantung penggunaannya dalam suatu kalimat. Meskipun demikian, kata emosi paling sering digunakan untuk menyebut perasaan marah, dan ini yang lazim dimaknai oleh masyarakat Indonesia. Contoh: Tindakan Satpol PP tersebut memancing emosi para pedagang kaki lima; Kartu merah yang diberikan wasit membuat emosi sang pelatih; Kekalahan Persebaya membuat emosi “Bonek” semakin memuncak. 
Bisa juga kata emosi tidak dimaknai sebagai perasaan marah. Misalnya: Emosi keagamaan di kampung Kauman terasa begitu kental setelah ajaran Thariqah Qadiriyah mulai menyebar; Atlet itu tidak dapat mengendalikan emosinya setelah berhasil memenangkan medali emas olimpiade; Kedua sejoli itu terlihat meluapkan emosi karena rasa rindunya selama ini dapat terbayar lewat pertemuan di pantai. 
H. Inspirasi dan/atau Ilham 

Kata inspirasi dan ilham sebenarnya memiliki makna yang sama dan sah-sah saja digunakan sebagai padanan kata atau sinonim. Dalam KBBI pun kata inspirasi dan ilham dapat digunakan dalam pengertian yang sama. Contoh: Saya mendapat inspirasi/ilham untuk menulis novel setelah membaca kisah Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an; Syaikh Ahmad Yasin telah menginspirasi/mengilhami jutaan umat muslim untuk tidak menyerah meski dalam kondisi fisik yang terbatas; Film Titanic terinspirasi/terilhami dari kejadian nyata tenggelamnya kapal Titanic.
mohon dikoreksi kembali
semoga bermanfaat. 

KEBIADABAN KOMUNIS / PKI di Indonesia

KEBIADABAN KOMUNIS / PKI Terjadi di beberapa daerah diantaranya: - Tegal dan sekitarnya Kekejian pertama PKI yaitu pada penghujung ta...